Berita Terbaru Kota Surabaya
Profil Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya yang Didemo Warga soal Relokasi RPH Pegirian
Inilah sosok Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang viral didemo warganya masalah relokasi Pegirian.
Penulis: faridmukarrom | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM - Sosok Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya yang viral menjadi sorotan publik Surabaya.
Wali Kota Surabaya itu menghadapi gelombang penolakan dari pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian yang menolak rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi ke Tambak Osowilangun (TOW).
Ratusan massa mendatangi Balai Kota Surabaya dan mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan pada Rabu (14/1/2026).
Mereka bahkan menyatakan siap mendirikan tenda dan menginap di depan Balai Kota hingga tuntutan dipenuhi.
Para pedagang dan jagal menilai relokasi RPH Pegirian ke TOW berpotensi mematikan mata pencaharian ribuan warga.
Baca juga: Perempuan Diduga Terjun di Sungai Brantas Ditemukan Tewas di Perbatasan Blitar-Tulungagung
Jarak lokasi yang mencapai sekitar 14 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari 45 menit dinilai terlalu jauh, terutama karena aktivitas pemotongan sapi dilakukan dini hari.
Jalur menuju TOW juga dianggap rawan kecelakaan dan kejahatan.
Selain itu, fasilitas di RPH TOW disebut belum memadai. Kedekatannya dengan tempat pembuangan akhir (TPA) turut menimbulkan kekhawatiran soal kualitas dan higienitas daging.
Di tengah tekanan tersebut, sosok Eri Cahyadi kembali diuji sebagai pemimpin kota terbesar kedua di Indonesia.
Sosok Eri Cahyadi
Eri Cahyadi lahir di Surabaya pada 27 Mei 1977, dari pasangan Urip Suwondo dan Mas Ayu Esa Aisjah. Ayahnya merupakan birokrat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Meski berasal dari keluarga ASN, Eri terbiasa mandiri sejak muda. Saat masih duduk di SMAN 21 Surabaya, ia sudah berjualan sembako dan kambing untuk membantu ekonomi keluarga. Di sela kesibukan itu, Eri tetap menyalurkan hobinya bermain bola voli.
Selepas SMA, Eri memperoleh beasiswa D3 Teknik Sipil ITS Surabaya. Namun, masa kuliahnya sempat diuji ketika sang ayah didiagnosis menderita penyakit jantung. Demi membantu biaya keluarga, Eri sempat bekerja sebagai penjual alat kesehatan dan berkeliling menawarkan produknya ke rumah sakit-rumah sakit di Surabaya, meski kerap mendapat penolakan.
Karier Panjang sebagai Birokrat
Atas permintaan ayahnya, Eri akhirnya memutuskan menjadi ASN Pemkot Surabaya. Ia memulai karier sebagai staf golongan II C di Dinas Bangunan pada 2001.
| AJI Jakarta dan AJI Surabaya Gelar Nobar Film ‘Di Balik Ilusi Tembakau’ Soroti Dampak Industri Rokok |
|
|---|
| PDIP Jatim Gelar Perayaan Natal, Deni Wicaksono: Refleksi Perkuat Persatuan di Masyarakat Majemuk |
|
|---|
| KAJ Jatim Desak Polda Ambil Alih Kasus Kekerasan Jurnalis Beritajatim.com |
|
|---|
| POTRET Kecantikan Bunga Tabebuya Bermekaran di Jalananan Surabaya |
|
|---|
| Viral Video Warga Lakarsantri Surabaya Rekam Bentrokan Belasan Pemuda, Berikut Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Inilah-sosok-Wali-Kota-Surabaya-Eri-Cahyadi.jpg)