Musim Giling 2026
Andalan MKSO Kebun Dhoho di Musim Giling 2026, Grab Loader Bisa Angkut Tebu 1.900 Ton Per Hari
Grab Loader Jadi Andalan MKSO Kebun Dhoho, Tebang Tebu Tembus 1.900 Ton per Hari
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemanfaatan alat berat jenis grab loader menjadi andalan MKSO Kebun Dhoho Kediri untuk mempercepat proses tebang angkut tebu selama musim panen tahun ini. Sistem yang diterapkan menggunakan metode semi manual, yakni penebangan dilakukan tenaga manusia sementara proses pemuatan ke truk dibantu mesin.
General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto menjelaskan penggunaan grab loader dilakukan agar proses pengangkutan tebu dari lahan menuju pabrik gula berjalan lebih efektif dan tidak mengalami hambatan. Menurutnya, alat tersebut sangat membantu menjaga kelancaran distribusi hasil panen.
"Untuk tebangnya tetap memakai tenaga manusia, sedangkan pengangkutannya menggunakan grab loader supaya proses tebang angkut lebih lancar dan cepat," kata Juni Yanto, Selasa (19/5/2026).
Ia menerangkan, grab loader memiliki fungsi utama mengambil tebu yang sudah ditebang di lahan kemudian mengangkatnya ke atas truk pengangkut. Dengan dukungan alat tersebut, pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama kini dapat diselesaikan lebih efisien.
Baca juga: Protes Dikotomi Guru, Rombongan PGSI dari Tulungagung akan Gelar Aksi di Jakarta
Baca juga: Mbah Masiyah Berangkat Haji, Jemaah Tertua ke Tanah Suci Bersama Ratusan CJH Kabupaten Kediri
"Kapasitas satu unit grab loader mampu mengangkat sekitar 200 sampai 300 ton per hari atau setara 15 hingga 20 truk," tegasnya.
Tak hanya itu, alat berat tersebut juga dinilai efektif untuk mempercepat penyelesaian area tebang. Dalam satu hari, satu unit grab loader mampu membantu proses tebang di lahan seluas 50 hingga 80 hektare.
Untuk mendukung target produksi, MKSO Kebun Dhoho mendatangkan beberapa unit grab loader tambahan selama musim panen berlangsung. Langkah ini dilakukan agar proses tebang angkut tidak terhambat dan target pengiriman tebu ke pabrik gula tetap terpenuhi.
"Dengan dukungan beberapa unit grab loader, MKSO Kebun Dhoho kami pastikan mampu menebang sekitar 1.900 ton per hari," tambah Juni.
Sementara itu, Asisten Manajer Kebun Dhoho I, Oktarany mengatakan kegiatan tebang akan terus dilakukan selama masa panen tebu berlangsung. Hasil panen tersebut nantinya didistribusikan ke sejumlah pabrik gula di wilayah sekitar Kediri.
"Tebu hasil panen kami kirim ke beberapa pabrik gula seperti PG Ngadiredjo, PG Pesantren Baru, PG Meritjan, dan PG Lestari. Saat ini yang sudah mulai giling adalah PG Ngadiredjo sehingga sementara pengiriman kami fokus ke sana," pungkas Oktarany.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
| Doa dan Selamatan Warnai Persiapan Musim Giling 2026 di PG Meritjan Kediri |
|
|---|
| Polres Kediri Kota Siap Kawal Musim Giling 2026, Distribusi Tebu Diprediksi Padat |
|
|---|
| APTRI Tulungagung Kawal Usulan HPP Gula Menjadi Rp 16.875 Per Kilogram |
|
|---|
| Target Produksi Gula PT SGN Capai 1,1 Juta Ton, Fokus Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan |
|
|---|
| Manten Tebu Tandai Awal Musim Giling 2026, Target Produksi PG Mojopanggung Capai 33.705 Ton Gula |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Grab-Loader-alat-berat-andalan-MKSO-Kebun-Dhoho-di-Musim-Giling-2026.jpg)