Rabu, 20 Mei 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Cara Unik Polisi di Kediri Gunakan Wayang Karton untuk Ingatkan Bahaya Gadget pada Anak

Cara Unik Polisi di Kediri Gunakan Wayang Karton untuk Ingatkan Bahaya Gadget pada Anak

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Luthfi Husnika
WAYANG KARTON - Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono saat membawakan wayang karton di hadapan murid TK Kemala Bhayangkari 42, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kota Kediri diisi dengan cara unik dan edukatif. Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menyambangi TK Kemala Bhayangkari 42 Kota Kediri dengan membawa wayang berbahan karton untuk memberikan pesan tentang bahaya penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mendengarkan cerita wayang bertema penggunaan gawai secara bijak. Cerita itu mengisahkan dua anak bernama Billy dan Andi yang setiap hari tidak pernah lepas dari telepon genggam untuk bermain gim hingga melupakan lingkungan sekitar.

Dikisahkan, Billy dan Andi kerap bermain bersama di depan rumah tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Meski sudah ditegur orang tua, Billy tetap mengabaikan nasihat tersebut dan terus bermain game tanpa mengenal waktu.

Akibat kebiasaan itu, mata Billy akhirnya mengalami gangguan hingga memerah dan mengeluarkan darah. Sang ibu kemudian membawa Billy ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Mbah Masiyah Berangkat Haji, Jemaah Tertua ke Tanah Suci Bersama Ratusan CJH Kabupaten Kediri

"Melalui cerita wayang ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang dampak buruk penggunaan gadget yang berlebihan. Penyampaiannya dibuat ringan dan menyenangkan agar mudah dipahami anak-anak," kata Bowo seusai kegiatan.

Setelah diperiksa dokter dalam cerita tersebut, Billy dinasihati agar tidak terlalu sering bermain gadget. Billy pun akhirnya sadar dan memilih mengurangi kebiasaan bermain game karena takut matanya semakin parah hingga bisa menyebabkan kebutaan.

Bowo mengatakan penggunaan media wayang karton dipilih karena lebih menarik perhatian anak-anak usia dini. Selain menghibur, metode itu juga dinilai efektif untuk menanamkan nilai edukasi sejak kecil.

"Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gadget. Karena itu perlu ada pengawasan dan edukasi sejak dini agar mereka bisa menggunakan teknologi secara sehat dan bijak," terangnya.

Kegiatan tersebut juga disesuaikan dengan tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, yakni 'Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara'. Selain edukasi tentang gadget, anak-anak turut diperkenalkan dengan foto-foto pahlawan nasional serta diajak menyanyikan lagu kebangsaan guna menumbuhkan rasa nasionalisme.

Bowo menambahkan kegiatan itu sekaligus menjadi upaya mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Penyelenggaraan Elektronik dalam Perlindungan Anak. 

"Harapannya anak-anak bisa tumbuh sehat, cerdas, serta memiliki rasa cinta tanah air sejak usia dini," pungkasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved