Selasa, 12 Mei 2026

Musim Giling 2026

APTRI Tulungagung Kawal Usulan HPP Gula Menjadi Rp 16.875 Per Kilogram

APTRI Tulungagung Mengawal Usulan HPP Gula Menjadi Rp 16.875 Per Kilogram

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/David Yohanes
TUMPUKAN GULA - Seorang petugas sedang memeriksa tumpukan gula yang sudah dikemas dalam karung dan disimpan di gudang PG Mojopanggung pada musim giling 2025 lalu. Para petani tebu yang bergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), berharap Harga Pokok Penjualan (HPP) gula dinaikkan dari Rp 14.500 per kg menjadi Rp 16.875 per kg. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengusulkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula seharga Rp 16.875 per kg.

Usulan ini naik dari HPP lama sebesar Rp 14.500 per kg, karena dinilai sudah tidak relevan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTRI Tulungagung, Santoso, mengatakan terjadi kenaikan biaya produksi akibat perang Iran.

“Perang Iran berdampak naiknya biaya produksi. HPP lama sudah tidak relevan lagi digunakan,” ujarnya.

Baca juga: Guru TK Dituntut Lebih Kreatif Hadapi Anak Era Digital, Wali Kota Kediri Tekankan Joyful Learning

Santoso yang juga Ketua APTRI Jawa Timur, mengatakan jika masih menggunakan HPP lama sangat merugikan petani.

Menurutnya, saat ini harga pupuk ikut naik karena peran Iran, biaya tenaga kerja dan biaya produksi juga ikut naik.

Sebab itu APTRI melakukan hitungan dan menemukan angka Rp 16.875 per kg yang dinilai cukup memberi keuntungan petani tebu.

“Harga Rp 16.875 harga di Jawa. Harapannya pemerintah, dalam hal ini Badan Pangan Nasional bisa menetapkannya,” katanya.

Usulan ini akan dikawal saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTRI pada 25-26 Mei 2026 nanti di Jakarta.

Rakernas itu rencananya akan membahas masalah pergulaan nasional dan bio etanol di Indonesia.

Jika HPP lama tidak dikoreksi, dikhawatirkan para petani tidak tertarik lagi menanam tebu dan akan mengganggu program swasembada gula nasional.

“HPP itu masih usulan kami, tapi nanti yang berhak memutuskan adalah pemerintah. Kami berharap usulan ini disetujui,” tegasnya.

Jaga Pasokan Bahan Baku

APTRI mempunyai peran penting menjaga pasokan bahan baku tebu untuk musim giling 2026 ini.

Pasokan bahan baku ini penting untuk memastikan kapasitas produksi harian bisa terpenuhi, sehingga target produksi juga bisa dicapai.

APTRI Tulungagung menjadi pemasok utama tebu untuk Pabrik Gula Mojopanggung yang mencanangkan minimal 2.864 ton tebu per hari.

Baca juga: Jemaah Haji Kediri Diminta Tak Bawa Water Heater hingga Powerbank Over Kapasitas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved