Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Legitnya Kue Apang Panas Khas Bugis Laris Manis Jadi Takjil Ramadan di Pare Kediri

Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner, termasuk penjual jajanan tradisional

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
JAJANAN TRADISIONAL - Penjual kue apang Bu Ina di Pare, yang memperkenalkan jajanan khas Sulawesi Selatan tersebut kepada masyarakat Kediri. Lapaknya berada di Jalan PB Sudirman Dusun Plongko Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, tepat di depan Rumah Makan Dua Dua. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner, termasuk penjual jajanan tradisional.

Di wilayah Pare Kabupaten Kediri, kue apang panas khas Bugis menjadi salah satu takjil yang banyak diburu warga saat menjelang waktu berbuka puasa.

Adalah Ina, pelopor Kue Apang Panas Bugis Antina 99 di Pare, yang memperkenalkan jajanan khas Sulawesi Selatan tersebut kepada masyarakat Kediri.

Lapaknya berada di Jalan PB Sudirman Dusun Plongko Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, tepat di depan Rumah Makan Dua Dua.

Bu Ina, sapaan akrabnya, mengaku ide berjualan kue apang berawal dari pengalaman merantau ke Bugis.

Di sana, ia belajar langsung dari keluarganya yang merupakan warga asli Bugis untuk mendapatkan cita rasa yang autentik.

"Saya kan pernah rantau ke Bugis, ada saudara disana. Jadi saya belajar langsung dari saudara yang asli Bugis," katanya, Selasa (23/2/2026).

Sepulang ke Jawa, Ina ingin membuka usaha kuliner yang berbeda dari yang lain.

Ia pun teringat pada kue apang, jajanan yang kerap dijumpai sebagai camilan keluarga di Bugis.

Kini, sudah sekitar empat tahun Ina menekuni usaha tersebut. Perlahan namun pasti, kue apang panas buatannya mulai dikenal dan memiliki pelanggan setia, terlebih saat Ramadan.

Baca juga: Menu MBG di Tulungagung Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Nilainya Diperkirakan Kurang Dari Rp 10.000

Untuk menjaga kualitas, Ina selalu menyimpan kue apang di dalam panci berukuran jumbo agar tetap hangat ketika disajikan.

Sensasi hangat inilah yang membuat kue apang semakin nikmat disantap sebagai takjil.

"Belum buka cabang, satu-satunya ya di Pare ini," ucap Ina.

Dalam sehari, Ina bisa menghabiskan sekitar 5 kilogram adonan kue apang.

Namun saat akhir pekan atau momen ramai seperti Ramadan, jumlahnya bisa melonjak hingga 20 kilogram per hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved