Rabu, 3 Juni 2026

Ledakan Petasan di Blitar

Fakta Baru Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar, Ketua RT : Korban Hanya Melihat 

Korban Tewas Ledakan Petasan Balon Udara di Gandusari Blitar Hanya Melihat 

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
KORBAN PETASAN - Ketua RT 3 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Juwito, Kamis (28/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Suara ledakan petasan pada balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, terdengar sangat keras saat menjelang salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa ledakan petasan balon udara di area persawahan Desa Tambakan. 

Korban meninggal dunia, yaitu, Irvan Hidayat (22), warga RT 3 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar

Sedang dua korban luka-luka masih anak-anak, yaitu, AD (11) dan DS (12), warga RT 4 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. 

Baca juga: Pemuda Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan di Balon Udara saat Menjelang Idul Adha

"Suara ledakannya keras, sampai getar di sini. Padahal jaraknya lumayan jauh dengan kampung," kata Ketua RT 4 RW 8 Desa Tambakan, Juwito, Kamis (28/5/2026). 

Juwito mengatakan, saat ledakan petasan terjadi, warga sedang persiapan melaksanakan salat Idul Adha di masjid.

Setelah mendengar ada korban dalam peristiwa ledakan petasan, warga segera mempercepat pelaksanaan salat Idul Adha. 

"Kami mendapat kabar Irvan terkena ledakan petasan. Kami mempercepat pelaksanaan salat Idul Adha, lalu mengurusi korban," ujarnya.

Korban Hanya Melihat

Juwito menjelaskan, Irvan sebenarnya hanya ingin melihat penerbangan balon udara di area persawahan. 

Irvan bukan pembuat balon udara maupun petasan yang meledak.

"Irvan ini hanya mau melihat, dia datang sendiri ke lokasi. Teman-temannya sudah di lokasi duluan, dia baru datang," katanya. 

Menurut Juwito, Irvan juga baru pulang dari perantauan. Selama ini, Irvan bekerja di pertambangan di wilayah Kalimantan. 

Irvan baru tiba di rumah orang tuanya di Desa Tambakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha atau pada Selasa (26/5/2026).

"Selama ini, korban kerja di pertambangan di Kalimantan. Baru pulang sehari sebelum Hari Raya Idul Adha," ujarnya.

"Karena pasa Hari Raya Idul Adha ada petasan dan balon udara, dia (korban) melihat. Dia bukan pembuatan balon udara maupun petasan," lanjutnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved