Rabu, 13 Mei 2026

Dosen Lecehkan Mahasiswi UNU Blitar

Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi UNU Blitar, Kampus Langsung Menonaktifkan

Dugaan Pelecahan yang Dilakukan Dosen kepada Mahasiswi UNU Blitar, Kampus Ambil Langkah Tegas

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
DUGAAN PELECEHAN - Sekretaris BPP UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (13/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pengurus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar buka suara terkait dugaan terjadinya kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah satu dosen kepada mahasiswi, Rabu (13/5/2026).

Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar telah melakukan langkah-langkah setelah menerima laporan awal dugaan kasus itu. 

Sekretaris BPP UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan menegaskan, pihak kampus tidak main-main dengan masalah ini. 

BPP UNU Blitar telah mengaktifkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) setelah menerima laporan dari seorang mahasiswi pada 23 April 2026.

Baca juga: Doa dan Selamatan Warnai Persiapan Musim Giling 2026 di PG Meritjan Kediri

Satgas PPKPT telah melakukan penelusuran awal, pendampingan, dan membuka ruang pelaporan seluas-luasnya kepada pihak lain yang diduga menjadi korban maupun mengetahui peristiwa itu. 

BPP UNU Blitar juga memperkuat proses penanganan masalah dengan membentuk Satgas Etik yang melibatkan unsur dari BPP UNU Blitar untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan independen, profesional, objektif, dan akuntabel. 

Pada Selasa (12/5/2026), Satgas Etik telah menerima perwakilan dari PMII Komisariat UNU Blitar dan LPM Bhanu Tirta sebagai pendamping dari 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban. 

Satgas Etik akan melakukan verifikasi secara serius dan menyeluruh semua informasi, data, dan keterangan yang sudah diterima. 

"UNU Blitar tidak lagi main-main dengan masalah ini. Persoalannya, hal ini tidak mudah, karena menyangkut segala hal. Perempuan tidak mudah untuk melaporkan, karena ada stigma macam-macam dan ada kekhawatiran macam-macam," kata Rudiyanto saat jumpa pers di Kampus UNU Blitar, Rabu (13/5/2026). 

"Kami melindungi pelapor untuk berani. Lewat forum ini kami mengajak teman-teman yang mendampingi dan mengadvokasi, monggo diselesaikan secara tuntas masalah ini," lanjutnya. 

Dikatakannya, kampus UNU Blitar tidak ingin persoalan lama seperti ini terjadi berulang-ulang. 

Kampus juga siap memberikan pendampingan kepada korban kalau ingin membawa masalah ini ke tanah pidana. 

"Kami tidak ingin kecolongan. Kalau masalah ini terjadi berulang ulang, kami merasa tidak serius menanganinya," ujarnya. 

Menurutnya, dari informasi yang diterima, ada 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban tindakan kekerasan seksual oleh salah satu dosen

Tapi, sampai sekarang, baru ada satu mahasiswa yang melapor ke kampus. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved