Senin, 4 Mei 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Imunisasi Campak Dikebut di Kota Blitar, Capaian Sananwetan Sudah 90 Persen

Pelaksanaan imunisasi campak untuk balita di Kota Blitar terus dikebut demi menghindari penyebaran yang meluas.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
IMUNISASI CAMPAK: Seorang balita mendapatkan imunisasi campak di Puskesmas Sananwetan, Kota Blitar, Senin (27/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan imunisasi campak di Kota Blitar terus dikebut hingga 2 Mei 2026. Di Puskesmas Sananwetan, capaian sudah mencapai lebih dari 90 persen atau sekitar 220 dari 265 balita sasaran. 
  • Menurut Fitri Aida Wati, petugas melakukan penyisiran dan jemput bola ke sekolah. Targetnya mencapai 95 persen. 
  • Meski tahun ini belum ada kasus campak, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena pada 2025 sempat ditemukan kasus campak dan rubella.

TRIBUNMATARAMAN.COM | BLITAR - Pelaksanaan imunisasi campak untuk balita di Kota Blitar terus digenjot hingga akhir April 2026. Puskesmas diminta melakukan penyisiran terhadap balita yang sudah terdaftar namun belum menerima vaksin.

Seperti yang dilakukan Puskesmas Sananwetan. Petugas aktif menyisir balita yang belum mengikuti imunisasi campak di wilayahnya.

Pemegang Program Imunisasi Puskesmas Sananwetan, Fitri Aida Wati mengatakan, sasaran imunisasi adalah balita usia 9 hingga 59 bulan, dengan total 265 anak.

"Sampai hari ini, capaian imunisasi campak di wilayah Sananwetan sudah sekitar 220 balita atau lebih 90 persen dari total sasaran 265 balita," kata Fitri.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain PSG vs Bayern Munchen Semifinal Liga Champions Live SCTV? Dembele Main

Imunisasi telah dimulai sejak awal April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 2 Mei 2026. Untuk mengejar target, petugas tidak hanya melayani di puskesmas, tetapi juga melakukan jemput bola ke sekolah.

"Imunisasi campak dilaksanakan di Puskesmas, Puskesmas pembantu, maupun petugas datang langsung ke sekolah," ujarnya.

Target 95 Persen, Penyisiran Terus Dilakukan

Fitri berharap capaian imunisasi bisa menembus target 95 persen pada akhir pelaksanaan.

"Targetnya 95 persen dari total sasaran yang terdata. Mudah-mudah kami bisa mencapai target," katanya.

Program ini mengacu pada arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Timur menyusul adanya peningkatan kasus campak di Indonesia.

Meski pada 2026 belum ditemukan kasus campak di wilayah Sananwetan, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pada tahun sebelumnya, sempat ditemukan dua kasus.

"Tahun ini belum ditemukan kasus campak di Sananwetan. Kalau tahu lalu, ditemukan dua kasus, yaitu, campak dan rubella di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati menyebut total sasaran imunisasi campak di Kota Blitar mencapai sekitar 600 balita.

"Imunisasi campak ini khusus untuk anak yang belum pernah mendapatkan vaksin campak," katanya.

Dinas Kesehatan pun terus mendorong seluruh puskesmas untuk melakukan penyisiran agar seluruh balita yang menjadi sasaran dapat segera diimunisasi. 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved