Senin, 20 April 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Harga Elpiji 12 Kg 'Meledak' di Kota Blitar pada April 2026, Tembus Segini

Harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram dan 5 kilogram di Kota Blitar mengalami kenaikan tinggi pada April 2026.

|
Penulis: Samsul Hadi | Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
ELPIJI NONSUBSIDI: Stok elpiji nonsubsidi 12 kilogram di pangkalan Jl Dr Wahidin, Kota Blitar, Senin (20/4/2026). Harga elpiji 12 kilogram mengalami kenaikan tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Harga elpiji nonsubsidi di Kota Blitar mengalami kenaikan signifikan sejak pertengahan April 2026. 
  • Tabung 12 kilogram di tingkat pangkalan naik dari Rp200.000 menjadi Rp235.000, sementara elpiji 5 kilogram meningkat dari Rp100.000 menjadi Rp117.000. 
  • Kenaikan ini disebut sebagai yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir dan dipicu oleh penyesuaian harga dari agen. Meski sempat terjadi keterlambatan pasokan hingga stok kosong, kini distribusi mulai kembali normal.

TRIBUNMATARAMAN.COM | BLITAR - Harga elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 5 kilogram di Kota Blitar mengalami kenaikan cukup tinggi pada April 2026.

Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di tingkat pangkalan.

Di pangkalan, harga elpiji 12 kilogram yang sebelumnya Rp 200.000 kini naik menjadi Rp 235.000. Sementara itu, elpiji 5 kilogram yang semula Rp 100.000 kini dijual dengan harga Rp 117.000.

"Harga elpiji nonsubsidi naik mulai Sabtu (18/4/2026) lalu. Harganya naik tinggi," kata pemilik pangkalan elpiji di Jalan Dr Wahidin, Kota Blitar, Asih, Senin (20/4/2026).

Asih menjelaskan, sebelumnya ia menjual elpiji 12 kilogram seharga Rp 200.000. Namun kini harga tersebut naik menjadi Rp 235.000 per tabung.

Baca juga: Persebaya Hadapi Dua Laga Tandang Berat, Bernardo Tavares Akui Tantangan Tak Mudah

Untuk elpiji 5 kilogram, harga sebelumnya Rp 100.000 yang sudah termasuk ongkos kirim, kini naik menjadi Rp 117.000.

"Ini kenaikan tertinggi, biasanya ada kenaikan tidak segitu," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kenaikan harga terjadi, pasokan elpiji 12 kilogram sempat mengalami keterlambatan. Bahkan, stok di pangkalannya sempat kosong.

Biasanya, Asih mendapatkan pasokan sekitar 20 hingga 30 tabung elpiji 12 kilogram setiap minggu.

"Sekarang pasokan aman, kemarin stok sempat kosong. Ternyata harganya mau naik," katanya.

Sementara itu, harga elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan, tetap berada di angka Rp 18.000. Distribusinya juga berjalan normal tanpa kendala berarti.

"Untuk elpiji 3 kilogram kiriman lancar. Harganya juga tidak naik," ujarnya.

Menurut Asih, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada elpiji, tetapi juga pada sejumlah barang lain setelah Lebaran, terutama produk yang menggunakan kemasan plastik.

"Barang yang menggunakan kemasan plastik semua naik. Misalnya, harga air mineral rata-rata naik Rp 2.000-Rp 3.000 per karton," katanya.

Manajer PT Petro Jaya Gas, Rahadian Eka Priyanto, turut membenarkan adanya kenaikan harga elpiji nonsubsidi di tingkat agen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved