Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Blitar

Santer Kabar Wakapolres Blitar Aniaya Ajudan, Kapolres Langsung Panggil yang Bersangkutan

Beredar Isu Wakapolres Aniaya Ajudannya, Kapolres Blitar: Tidak Ada Kejadian Itu 

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
ISU PENGANIAYAAN - Kapolres Blitar, AKBP Rivanda (tengah) memberikan keterangan terkait isu penganiayaan yang dilakukan Wakapolres terhadap ajudannya, Jumat (5/6/2026). Rivanda menegaskan tidak ada kejadian penganiayaan itu.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Beredar isu melalui pesan berantai terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Wakapolres Blitar terhadap ajudannya sendiri.

Kapolres Blitar, AKBP Rivanda menegaskan tidak ada kejadian seperti informasi yang beredar lewat pesan berantai tersebut.

"Saya juga bingung sebenarnya, informasi itu dari mana. Kemarin juga langsung saya konfirmasi ke yang bersangkutan," kata Rivanda, Jumat (5/6/2026) sore. 

Dia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. "Alhamdulillah tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada informasi seperti yang dibilang katanya hidungnya (ajudan Wakapolres) patah, tidak bisa aktivitas, dan pengobatan serius," lanjutnya.

Baca juga: Kapolres Trenggalek Jagokan Prancis Masuk Final Piala Dunia 2026, Ada Mbappe dan Dembele

Dikatakannya, saat ini, ajudan Wakapolres masih piket di rumah dinas. Kondisi ajudan juga baik tidak seperti informasi yang beredar.

"Alhamdulillah anaknya masih piket, tidak ada sama sekali seperti yang diinformasikan seperti itu. Tidak ada kejadian penganiayaan, sampai patah tulang hidung," ujarnya. 

Setelah mendapat informasi itu, Rivanda langsung memanggil ajudan Wakapolres untuk bertemu empat di rumah dinas. 

Saat bertemu, Rivanda melihat tidak ada luka pada wajah ajudan Wakapolres. 

"Kemarin malam, saya tanya langsung empat mata dengan yang bersangkutan. Saya lihat fisiknya tidak ada luka. Kalau memang dipukul pasti ada bekas memar, apalagi kalau tulang hidung sampai patah pasti ada bekasnya," katanya.

Rivanda juga sudah mengkonfirmasi masalah itu kepada Wakapolres. Menurutnya, Wakapolres juga menyampaikan tidak ada kejadian itu. 

"Saya juga sudah mengkonfirmasi ke Pak Waka. Pak waka bilang tidak ada (penganiayaan). Saya juga bingung informasi itu dari mana," ujarnya.

Baca juga: Dua SPPG di Kota Blitar Ditutup Sementara karena IPAL Belum Lengkap

Rivanda menyampaikan, isu soal penganiayaan itu beredar lewat pesan berantai. 

Tapi, pesan berantai itu tidak sampai ke internal lingkungan Polres Blitar.

"Kemarin kami baru dapat info itu. Malamnya baru saya lakukan cek ke yang bersangkutan. Hari ini, kami baru bisa menyampaikan. Kami juga ingin tahu dari mana pesan itu berasal. Kami hanya ingin tahu bagaimana ceritanya bisa keluar informasi seperti itu," pungkasnya. 

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved