Harga Telur Anjlok
Peternak di Blitar Minta Pemerintah Lakukan Intervensi Agar Harga Telur Tidak Terus Turun
Peternak di Blitar Minta Pemerintah Lakukan Intervensi Agar Harga Telur Tidak Terus Turun
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Peternak ayam rakyat Kabupaten Blitar meminta pemerintah segera melakukan intervensi terkait kondisi harga telur di tingkat peternak yang terus turun.
Hampir sekitar dua bulan ini, harga telur di tingkat peternak terus turun di bawah harga acuan pemerintah (HAP).
Harga acuan pemerintah telur di tingkat peternak kisaran Rp 24.500 per kilogram sampai Rp 26.500 per kilogram.
Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Astuti mengatakan, ketika harga telur naik, pemerintah punya instrumen legal untuk menekan harga melalui operasi pasar maupun menggelar pangan murah.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Berdarah-darah Agar Tetap Bertahan
Sebaliknya ketika harga telur turun, pemerintah belum mempunyai tindakan yang legal untuk menjaga harga agar tidak terus turun.
"Kami meminta hadirnya pemerintah agar memberikan intervensi yang seimbang dan berkeadilan. Pada waktu harga naik, ditahan agar tidak naik, pada waktu harga turun seharusnya juga ditahan agar tidak terus turun," kata Yesi ditemui di rumahnya, Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu (3/6/2026).
Dikatakannya, kalau ketika harga naik ditahan agar tidak terus naik dan ketika harga turun dibiarkan, kondisi ini tidak seimbang dan tidak adil bagi peternak.
"Maka itu, kami memohon ada intervensi pemerintah yang seimbang dan berkeadilan terkait kondisi harga telur," ujarnya perempuan yang juga menjadi ketua Pusat Koperasi Gugus Ternak Jawa Timur itu.
Harga Telur Turun Hampir 2 Bukan
Menurut Yesi, harga telur mulai tertekan dan turun di bawah HAP pada 30 Maret 2026 atau pasca Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi itu terus bertahan pada April, berlanjut sampai Mei dan hingga awal Juni ini.
"Hampir dua bulan ini, harga telur di peternak masih di bawah HAP. Harganya fluktuatif di angka Rp 21.000-Rp 23.000 per kilogram. Hari ini harga di kisaran Rp 21.000-Rp 22.000 per kilogram," katanya.
Ia menyampaikan, harga telur di bawah HAP, otomatis membuat para peternak rakyat galau.
Apalagi, harga pakan pabrikan dan bahan baku pakan impor semua naik di tengah harga telur anjlok.
"Alhamdulillahnya, dalam hal ini, pemerintah hadir dengan menggelontorkan jagung SPHP. Jagung subsidi ini di jual ke peternak dengan harga maksimal Rp 5.500 per kilogram. Sedang harga jagung di pasaran sekitar Rp 6.500 per kilogram. Ini sangat membantu kami," katanya.
Menurutnya, dengan kondisi saat ini, para peternak hanya bisa bertahan agar tetap produksi.
Baca juga: Penjualan Jersey Piala Dunia 2026 Anjlok Lebih dari 50 Persen, Pedagang Kediri Mengeluh
harga telur anjlok
Koperasi Berkah Telur Blitar
Yesi Yuni Astuti
Peternak Ayam Petelur
Kabupaten Blitar
TribunMataraman.com
| Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Berdarah-darah Agar Tetap Bertahan |
|
|---|
| Protes Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Raya Bagikan 1 Juta Butir Telur Gratis ke Masyarakat |
|
|---|
| Realisasi Subsidi Jagung Sudah 65 Ton Tahap Pertama untuk Peternak Trenggalek |
|
|---|
| Peternak Kediri Keluhkan Penjualan Lesu, Harga Telur di Kediri Mulai Naik Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Harga Telur Anjlok, Peternak di Kabupaten Blitar Merugi Rp 800 Ribu/Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Ketua-Koperasi-Berkah-Telur-Blitar-Yesi-Yuni-Astuti-Rabu-362026.jpg)