Idul Adha 2025
Jelang Idul Adha, DKPP Kabupaten Kediri Pantau Kesehatan Sapi Kurban hingga Poel dan Vaksinasi
Jelang Idul Adha, DKPP Kabupaten Kediri memantau kesehatan hewan kurban. Petugas memeriksa kelayakan sapi kurban secara menyeluruh
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mulai melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban, mulai Kamis (15/5/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha 2025 dengan menyasar sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Kediri.
Dalam pemantauan tersebut, petugas DKPP memeriksa kelayakan sapi kurban secara menyeluruh.
Salah satu aspek penting yang dicek adalah kondisi poel, yaitu pertanda pergantian gigi susu menjadi gigi tetap pada sapi, yang menjadi syarat utama kelayakan hewan sebagai kurban.
"Poel menjadi indikator usia hewan kurban. Beberapa hewan memang belum poel, namun hewan-hewan tersebut tidak diperjualbelikan untuk kurban, hanya untuk konsumsi biasa," jelas Petugas DKPP Kabupaten Kediri, drh. Titik Sri Undari usai mengecek peternak di Desa Semanding Kecamatan Pagu.
Selain pemeriksaan poel, petugas juga memastikan seluruh hewan telah mendapat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta mengecek kebersihan kandang ternak.
Titik menyebut, dari hasil pengawasan sejauh ini, mayoritas peternak telah mematuhi standar kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
"Hari ini kami turun ke tiga kecamatan, yakni Pagu, Plemahan, dan Kayen Kidul. Pemantauan ini akan terus berlanjut hingga 4 Juni 2025, mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri," tambahnya.
DKPP juga memastikan stok hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba di Kabupaten Kediri dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk menjamin keamanan lalu lintas ternak, setiap hewan yang keluar atau masuk ke Kediri wajib disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Penerbitan SKKH menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Semua hewan yang dijual telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan sehat," ujar drh. Titik.
Sementara itu, Ahmad Santoro, peternak asal Desa Semanding, mengaku bahwa menjelang Idul Adha ini permintaan hewan kurban meningkat drastis. Dari total stok yang ia miliki, sekitar 60 ekor sapi sudah laku terjual, mayoritas dipesan sebulan sebelum lebaran.
"Kami menyetok 100 ekor dan jenis yang paling banyak dicari adalah sapi limosin, simental, dan campuran lokal. Pembeli banyak datang dari luar daerah juga," ucap Ahmad.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
Mas Ipin Bupati Trenggalek Serahkan Sapi Kurban ke Warga Terdampak Longsor |
![]() |
---|
Puasa Sunnah Jelang Idul Adha, Simak Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah |
![]() |
---|
Jelang Idul Adha 2025, Disnak Trenggalek Bentuk Tim Khusus Untuk Pantau Kesehatan Hewan Kurban |
![]() |
---|
Jelang Idul Adha, Mas Dhito Bupati Kediri terjunkan Tim Monitoring Hewan Kurban |
![]() |
---|
Glewo, Sapi Milik Pak Bowo Peternak Dari Blitar Dipilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.