Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
BPS Catat Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Trenggalek
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat, ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 tumbuh sebesar 4,71 persen dari tahun sebelumnya.
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 menunjukkan angka yang positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat, ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 tumbuh sebesar 4,71 persen dari tahun sebelumnya.
Namun demikian, jika dibandingkan tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 terjadi pelambatan.
"Jadi ekonomi Trenggalek tumbuh 4,71 persen tapi sedikit melambat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 4,92 persen," kata Kepala BPS Trenggalek, Mimik Nurjanti, Selasa (18/3/2025).
Baca juga: Vinanda Prameswati Wali Kota Kediri Tinjau SDN Setonopande 1 yang Rusak Parah Selama Bertahun-tahun
Mimik menjelaskan, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi Kabupaten Trenggalek disumbangkan oleh industri pengolahan yaitu sebesar 1,26 persen.
"Industri pengolahan ini mencakup makanan minuman, meubel, furniture, dan segala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bahkan genteng juga masuk industri pengolahan," lanjutnya.
Mimin menyebutkan, distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor industri pengolahan menempati urutan kedua dengan besaran 19,42 persen.
Dengan distribusi PDRB kedua terbesar dan pertumbuhan tertinggi, praktis industri pengolahan menjadi tulang punggung perekonomian di Trenggalek tahun 2024.
Dalam kesempatan itu, Mimik juga menjelaskan perlambatan pertumbuhan perekonomian terjadi di sektor pertanian perikanan dan kehutanan.
Sektor tersebut hanya tumbuh sebesar 0,07 persen. Sementara subsektor yang paling berpengaruh adalah pertanian tanaman pangan.
"Produksi pertanian tanaman pangan mengalami penurunan karena pengaruh cuaca yang awalnya panen tiga kali setahun menjadi satu kali, cuaca yang tidak menentu juga menjadi sebab," jelas mantan Kepala BPS Kota Mojokerto tersebut.
Di sisi lain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mempunyai distribusi PDRB paling tinggi yaitu 24,86 persen.
"Karena sharenya (distribusinya) paling tinggi, namun pertumbuhannya rendah, sektor pertanian menjadi penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi di Trenggalek," pungkas Mimik.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com)
Bendungan Bagong Trenggalek Rampung 2028, Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Kendalikan Banjir |
![]() |
---|
Nelayan Hilang di Perairan Munjungan Trenggalek, Perahu Ditemukan Terdampar Tanpa Pemilik |
![]() |
---|
Peras Kepala Desa, Tiga Orang Mengaku Wartawan di Trenggalek Divonis Penjara |
![]() |
---|
Wagub Jatim Emil Dardak Salurkan Bansos Rp 4,2 Miliar untuk Masyarakat Trenggalek |
![]() |
---|
SMA 1 Kampak Trenggalek Disidak Wakil Ketua DPRD Jatim, Tindaklanjuti Demo Siswa soal Iuran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.