Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

BPS Catat Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Trenggalek

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat, ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 tumbuh sebesar 4,71 persen dari tahun sebelumnya.

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: faridmukarrom
Sofyan Arif Candra/TribunMataraman
PERTUMBUHAN EKONOMI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek, Mimik Nurjanti, ditemui di Kantor BPS Trenggalek, Jalan Brigjen Soetran, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Senin (18/3/2025). Industri pengolahan jadi tulang punggung ekonomi Trenggalek tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai 1,26 persen dan distribusi terhadap PDRB sebesar 19,42 persen. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 menunjukkan angka yang positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat, ekonomi Kabupaten Trenggalek tahun 2024 tumbuh sebesar 4,71 persen dari tahun sebelumnya.

Namun demikian, jika dibandingkan tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 terjadi pelambatan.

"Jadi ekonomi Trenggalek tumbuh 4,71 persen tapi sedikit melambat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 4,92 persen," kata Kepala BPS Trenggalek, Mimik Nurjanti, Selasa (18/3/2025).

Baca juga: Vinanda Prameswati Wali Kota Kediri Tinjau SDN Setonopande 1 yang Rusak Parah Selama Bertahun-tahun

Mimik menjelaskan, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi Kabupaten Trenggalek disumbangkan oleh industri pengolahan yaitu sebesar 1,26 persen.

"Industri pengolahan ini mencakup makanan minuman, meubel, furniture, dan segala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bahkan genteng juga masuk industri pengolahan," lanjutnya.

Mimin menyebutkan, distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor industri pengolahan menempati urutan kedua dengan besaran 19,42 persen.

Dengan distribusi PDRB kedua terbesar dan pertumbuhan tertinggi, praktis industri pengolahan menjadi tulang punggung perekonomian di Trenggalek tahun 2024.

Dalam kesempatan itu, Mimik juga menjelaskan perlambatan pertumbuhan perekonomian terjadi di sektor pertanian perikanan dan kehutanan.

Sektor tersebut hanya tumbuh sebesar 0,07 persen. Sementara subsektor yang paling berpengaruh adalah pertanian tanaman pangan.

"Produksi pertanian tanaman pangan mengalami penurunan karena pengaruh cuaca yang awalnya panen tiga kali setahun menjadi satu kali, cuaca yang tidak menentu juga menjadi sebab," jelas mantan Kepala BPS Kota Mojokerto tersebut.

Di sisi lain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mempunyai distribusi PDRB paling tinggi yaitu 24,86 persen.

"Karena sharenya (distribusinya) paling tinggi, namun pertumbuhannya rendah, sektor pertanian menjadi penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi di Trenggalek," pungkas Mimik.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved