Ramadan 2025
Nikmat Berbagi Kebahagiaan
Kita komitmen menjalankan puasa karena Allah Ta'ala serasa dekat dan senantiasa melihat kita.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Sepanjang tahun terdapat sebelas bulan kita bergiat menjalankan mesin aktivitas yang sepenuhnya demi kepentingan kita sebagai makhluk, maka sebulan penuh berpuasa menyempurnakan kita dalam menghadirkan sifat dan sikap kehambaan kepada Allah subhanahu wa-ta'ala (SWT) dalam beribadah Ramadan. Sebulan berpuasa itulah saat-saat kita mendinginkan mesin agar tidak mengalami kerusakan bila dijalankan terus-menerus.
Sepanjang waktu berpuasa, kita selalu teringat dan merasa dilihat Sang Khaliq. Meskipun dalam keadaan sendiri dan tidak diketahui orang lain kita tidak mungkin menyeruput minuman atau menyantap makanan. Kita komitmen menjalankan puasa karena Allah Ta'ala serasa dekat dan senantiasa melihat kita.
Ruang-ruang kenikmatan bagi orang-orang beriman pada bulan Ramadan, bukan saja pada saat kita bisa menjalankan ibadah berpuasa dan menunaikan Shalat Tarawih berjemaah di masjid atau musala bersama keluarga dan kerabat dekat. Melainkan juga bagaimana kita bisa merasakan keindahan dalam menjalankan keseimbangan hidup.
Keseimbangan hidup merupakan wujud keindahan yang patut disyukuri. Misalnya, ketika kita diberi kenikmatan dan anugerah kebahagiaan bisa berbagi kepada orang lain. Keseimbangan itu juga bermakna lebih jelas dari dua sisi kehidupan: antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial.
Bila pada kesalehan ritual kita merasakan kenikmatan dalam meraih keindahan dalam dimensi spiritual, maka pada kesalehan sosial itu pun bisa raih kenikmatan berbagi kebahagian dengan sesama atau kepada orang lain. Berbahagia bersama orang lain, bisa Bersama keluaarga, orang-orang dekat, kerabat dan para sahabat kita.
Berbagi kebahagiaan bagi Kaum Mukminin dijalankan dengan satu orientasi penuh guna meraih ridha Allah SWT. Bukan karena ingin dipuji orang lain, atau pun tanpa disertai rasa berbangga diri.
Berbagi kebahagiaan diwujudkan sebagai manifestasi rasa bersyukur atau karunia dan anugerah Allah Ta'ala. Dengan semata-mata meraih ridha Allah Ta'ala kita melakukan kesalehan sosial itu sekaligus merasakan kebahagiaan dalam kehidupan kita.
Memang, ada di antara kita yang tidak senang bila orang lain bahagia. Namun, kita bersyukur, kita bisa merasakan bahagia menyaksikan orang lain bahagia saat menerima rezeki dan terpenuhi sebagian kebutuhannya hidupnya. Rezeki mereka sesungguhnya datang dari Allah SWT sedang kita bersyukur karena diberi kesempatan untuk menyampaikan atau berbagi rezeki kepada orang lain itu.
Berbagi kebahagiaan tidak semata-mata kita memberi santunan atau berderma kepada orang yang membutuhkan. Mengajak berkumpul para kerabat dan keluarga, serta para sabahat, dalam satu majelis untuk berzikir bersama disertai dengan makan bersama, juga termasuk berbagi kebahagiaan.
Dalam kitab Futuhul-Ghayb, Syaikh Abdul-Qadir Al-Jailani telah menyampaikan semacam peringatan bagi kita sekalian. Sulthanul Auliya’ itu mengatakan,
"Jika Allah SWT telah memberikan harta benda kepadamu, kemudian kau sibuk dengannya dan melupakan taat kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan membuat penghalang antara kau dan Dia dengan harta benda tersebut di dunia dan akhirat.
Boleh jadi, Allah SWT akan mencabut harta benda itu darimu, mengubah nasibmu, dan membuatmu menjadi miskin karena kau telah disibukkan dengan nikmat harta benda dan melupakan Dzat Yang Memberikan Nikmat.
Tetapi, jika kau sibuk dengan ketaatan kepada-Nya dan melupakan harta benda itu, Allah SWT akan menjadikannya sebagai pemberian (mauhibah), dan tidak akan mengurangi sedikit pun harta itu.
Harta itu akan menjadi pelayanmu dan kau akan menjadi pelayan Tuhanmu. Akhirnya, kau hidup di dunia ini dalam keadaan berkecukupan dan dimanjakan oleh kebutuhan yang terpenuhi. Dan di akhirat dalam keadaan diberikan kemuliaan dan diberikan kebaikan di Surga Ma’wa bersama shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih."
(Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Futuhul-Ghayb)
Keutamaan-Keutamaan Berbagi Kebahagiaan
1. Mendapatkan Pahala Berlimpah
Keutamaan berbagi kebahagiaan, sama dengan keutamaan ketika kita bersedekah. Yang pertama adalah pasti akan mendapatkan pahala yang berlimpah. Sebab menyantuni orang yang membutuhkan merupakan sebuah bentuk amalan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Al-Quran Surat Al-Hadid: 18).
| Lebaran 2025, Hampir 187 Ribu Orang Mudik Pakai Kereta Api Lewat Stasiun di Wilayah Daop 7 |
|
|---|
| Ratusan Pengunjung Antusias Berebut Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Coklat Blitar |
|
|---|
| Dampingi KH Nurul Huda Ploso, Mas Ipin Bupati Trenggalek Sowan Ulama Sambut Hari Raya Ketupat |
|
|---|
| VIDEO - Tahu Kuning Takwa Kediri Diburu Pemudik untuk Oleh-Oleh Lebaran 2025 |
|
|---|
| Pantai Dalegan, Pantai Favorit Warga Gresik Saat Libur Lebaran 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Dra-Hj-Faridatul-Hanum-MKomI-Wakil-Sekretaris-Majelis-Ulama-Indonesia-MUI-Jawa-Timur.jpg)