Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Awal Tahun 2025 Dinkes Tulungagung Menemukan 32 Kasus Demam Berdarah, Begini Cara Pencegahannya

Dinkes Kabupaten Tulungagung menemukan 44 pasien yang ditengarai mengalami demam berdarah di awal Januari 2025, begini cara pencegahannya

Penulis: David Yohanes | Editor: faridmukarrom
Ist
Dinkes Kabupaten Tulungagung menemukan 44 pasien yang ditengarai mengalami demam berdarah di awal Januari 2025, begini cara pencegahannya 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG -  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menemukan 44 pasien yang ditengarai mengalami demam berdarah di awal Januari 2025.

Dari temuan itu, sebanyak 30 pasien dipastikan mengalami demam berdarah dengue (DBD) dan 2 pasien mengalami dengue shock syndrome (DSS)

DSS adalah kondisi lanjutan DBD, komplikasi infeksi demam berdarah dengue (DBD) yang memiliki tingkat kematian yang tinggi.  

Sementara sisanya, 12 pasien mengalami demam dengue, kondisi yang lebih ringan dari DBD.

Baca juga: Nestapa Syafiudin yang Istri dan Anak Bayinya Tewas Akibat Kecelakaan Bus Pariwisata di Kota Batu

Tidak ada pasien yang meninggal dunia dari semua pasien yang ditemukan di awal 2025.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Desi  Lusiana Wardani, kenaikan kasus ini sudah terjadi pada Oktober 2024.

Namun di awal Januari 2025 terjadi lonjakan 32 kasus, dibanding Januari 2024 dengan total 56 kasus.

“Satu minggu awal Januari saja 32 kasus. Sampai akhir bulan, diprediksi sekurangnya ada 67 kasus,” ungkap Desi.

Desi menambahkan, ada siklus 5 tahunan kasus DBD yang terakhir terjadi tahun 2019 hingga ada Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berdasarkan siklus itu, ledakan kasus diprediksi terjadi di tahun 2024 kemarin.

Saat itu terjadi 1.440 kasus demam berdarah di Kabupaten Tulungagung, 15 di antaranya meninggal dunia.

Terjadi lonjakan dibanding tahun 2023 dengan 206 kasus, 3 pasien meninggal dunia.

Namun kejadian di tahun 2024 dinilai masih di bawah kasus di siklus 5 tahunan.

Karena itu Dinkes Tulungagung mewaspadai kasus DBD di tahun 2025 ini.

“Tahun 2024 sebenarnya tidak sesuai prediksi siklus 5 tahunan. Karena itu kami mengantisipasi kasus DBD di tahun 2025 ini,” sambung Desi.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved