Berita Terbaru Kota Kediri

Sejak Januari Sampai November 2024, OJK Kediri Terima 1.381 Laporan Keluhan Jasa Keuangan

Sejak Januari sampai November 2024, OJK Kediri telah menerima 1.381 laporan keluhan dari masyarakat terkait sektor jasa keuangan

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Sejak Januari sampai November 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri telah menerima 1.381 laporan keluhan dari masyarakat terkait sektor jasa keuangan.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa dari ribuan laporan tersebut, keluhan terbanyak adalah terkait restrukturisasi kredit.

"Restrukturisasi kredit menjadi keluhan paling banyak dari masyarakat. Hal ini karena sebagian besar dari mereka belum sepenuhnya mampu melakukan pembayaran atau pelunasan utang," ungkap Ismirani, Senin (16/12/2024).

Baca juga: OJK Sudah Menutup Lebih Dari 10 Ribu Rekening yang Terkait Judi Online

Menurut Ismirani, masyarakat mengeluhkan kondisi yang masih dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Meski sudah berlalu, banyak usaha masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. 

"Hingga sekarang, dampak pandemi masih dirasakan. Banyak usaha masyarakat yang belum berjalan maksimal sehingga mereka meminta keringanan berupa restrukturisasi kredit," jelasnya.

Selain masalah restrukturisasi kredit, ada empat jenis keluhan lain yang paling banyak dilaporkan masyarakat, yakni sistem layanan informasi keuangan, take over atau pengalihan kredit, serta pembelian kredit. 

Ismirani juga menyoroti tingginya laporan terkait fraud eksternal, yang meliputi penipuan, pembobolan rekening, skimming, dan kejahatan siber.

"Fraud eksternal seperti penipuan dan pembobolan rekening juga menjadi perhatian serius. Ini menunjukkan bahwa literasi terhadap keamanan jasa keuangan masih perlu ditingkatkan," terang Ismirani.

Selain itu, keluhan lain yang diterima OJK Kediri adalah permasalahan agunan dan permintaan produk keuangan. Ismirani menegaskan bahwa OJK Kediri akan terus memastikan setiap laporan yang diterima ditindaklanjuti sesuai prosedur.

"Kami memastikan semua laporan yang masuk akan diproses dengan baik. Perlindungan konsumen adalah prioritas kami, dan kami berkewajiban memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Ismirani mengatakan bahwa OJK memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kasus penipuan dan kerugian lainnya di sektor jasa keuangan. 

"Tugas kami tidak hanya menindaklanjuti laporan, tapi juga memberikan literasi agar masyarakat semakin memahami sektor jasa keuangan," ucapnya.

Ismirani juga mengajak media massa untuk berperan aktif dalam membantu OJK memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai media memiliki peran penting sebagai mitra.

Dengan adanya kolaborasi antara OJK dan media, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan produk jasa keuangan.

"Semakin tinggi pemahaman masyarakat, semakin minim peluang mereka menjadi korban kejahatan finansial," ungkap Ismirani.

Ismirani berpesan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan, serta memanfaatkan layanan informasi resmi OJK jika menghadapi kesulitan.

"Jika ada masalah atau keraguan terkait produk jasa keuangan, masyarakat bisa langsung menghubungi OJK. Kami siap membantu memberikan solusi," pungkasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved