Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Pulihkan Ekosistem Laut, Nelayan Trenggalek Utamakan Penangkapan Ikan Berkelanjutan

Nelayan Trenggalek Utamakan Penangkapan Ikan Berkelanjutan untuk memastikan ekosistem laut pulih

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
Hasil Ikan Tangkap di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Puluhan ribu warga pesisir Kabupaten Trenggalek menggantungkan hidupnya pada industri perikanan tangkap. 

Setidaknya masyarakat di tiga kecamatan yang mempunyai garis pantai, yaitu Kecamatan Watulimo, Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Panggul banyak yang berprofesi sebagai nelayan.

Sayangnya cuaca ekstrem dan pemanasan global yang diakibatkan rusaknya ekosistem alam berdampak pada tangkapan ikan yang terus menurun.

Untuk itu, Pemkab Trenggalek gencar mensosialisasikan penangkapan ikan berkelanjutan dengan menghindari penangkapan ikan yang destruktif dan ilegal, serta memulihkan ekosistem yang sudah rusak.

Upaya yang dilakukan adalah dengan menanam terumbu karang menggunakan metode bioreeftek di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

"Caranya adalah dengan menautkan bibit karang atau larva planula di atas tumpukan tempurung kelapa yang sudah kita susun sedemikian rupa," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, Sabtu (2/11/2024).

Uniknya, Kabupaten Trenggalek menggunakan pemberat beton berbentuk waru sebagai lambang cinta. Beton tersebut berfungsi agar bioreeftek tidak hanyut terbawa arus laut dan bertahan di titik yang diinginkan.

"Untuk itu di Trenggalek dinamakan bioreeftek cinta," lanjutnya.

Penanaman Bioreeftek cinta dilakukan beberapa kali dengan menggandeng sejumlah pihak mulai dari perguruan tinggi, badan usaha milik pemerintah, hingga donatur dari berbagai kalangan.

Hasilnya terumbu karang yang ditanam tersebut mulai berkembang membentuk taman laut sehingga ikan-ikan kecil bermunculan.

"Ikan-ikan kecil ini merupakan makanan ikan-ikan yang lebih besar. Dengan demikian ikan-ikan yang besar akan semakin mendekat ke perairan Kecamatan Watulimo sehingga nelayan akan lebih dekat dalam mencari ikan dan otomatis memangkas biaya penangkapan ikan," tambah Cusi.

Selain bioreeftek cinta, Pemkab Trenggalek juga menggalakkan upaya pemulihan ekosistem lainnya, mulai dari penanaman mangrove atau pohon bakau serta penanaman pohon cemara udang.

Upaya - upaya tersebut dinilai cukup berhasil meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan Kabupaten Trenggalek walaupun banyak faktor lain yang juga mempengaruhi, mulai dari cuaca hingga sarana dan prasarana penunjang nelayan lainnya.

Selain memulihkan ekosistem laut dan pantai, Pemkab Trenggalek juga berupaya meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan nelayan Trenggalek melalui Suka Ikan (Surat Keterangan Asal Ikan).

Program tersebut merupakan pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal Ikan on the spot yang dibutuhkan oleh pemasar yang akan mengirimkan ikannya ke luar daerah/pulau. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved