Berita Terbaru Kabupaten Blitar

Pemkab Blitar Bangun Pompanisasi untuk Tingkatkan Produksi Hasil Pertanian di Kabupaten Blitar

Pemkab Blitar bangun program pompanisasi pertanian untuk membantu infrastruktur dan demi meningkatkan swasembada pangan di Kabupaten Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
ist
Jejeran para petani dengan hasil panen raya padi di Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Oktober 2024 lalu. 

Pada bulan Januari-September 2024, produksi jagung di Kabupaten Blitar mencapai 210.459 ton dengan luas lahan tanam 39.070 hektare.

Kabupaten Blitar juga salah satu penghasil cabai. Pada Januari-September 2024, produksi cabai di Kabupaten Blitar mencapai 324.989 ton dengan luas lahan tanam 10.337 hektare.

Sebagian hasil produksi cabai dari Kabupaten Blitar juga untuk memasok pasar di Jakarta dan Jawa Barat.

"Untuk pertanian cabai, sebagian petani sudah menerapkan sistem pengairan drip atau irigasi tetes sehingga menghemat air dan green house. Hasilnya juga bagus dan usia tanaman lebih lama, bisa setahun lebih terus berbuah," ucapnya.

Kabupaten Blitar juga penghasil nanas dengan produksi mencapai 69.721 ton per tahun dengan luas lahan tanam 10.378.501 hektare.

Kabupaten ini juga penghasil buah alpukat dengan produksi mencapai 6.660 ton per tahun dengan populasi pohon 321.444 pohon.

Sedangkan untuk produksi pisang di Kabupaten Blitar mencapai 40.473 ton per tahun dengan populasi pohon 1.947.635 pohon.

"Kami juga penghasil kopi dengan produksi 1.656 ton per tahun dengan luas area tanam 2.151 hektare. Untuk hasil produksi kopi sudah eksport ke Jerman, kerja sama dengan petani Bandung, Jawa Barat," ujarnya.

Menurut Toha, kendala sektor pertanian di Kabupaten Blitar yaitu terkait cuaca. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat hasil produksi pertanian turun.

"Cuaca ekstrem pada 2023-2024 ini sangat berpengaruh pada hasil produksi pertanian di Kabupaten Blitar. Baik di pangan maupun di hortikultura," katanya. 

"Misalnya, petani padi seharusnya bisa tanam dua sampai tiga kali dalam setahun, namun akhirnya tidak bisa menanam karena tidak ada air. Petani cabai juga seperti itu, dampak cuaca ekstrem hasil panen jadi tidak bagus. Karena kekurangan air, akhirnya produksinya menurun," lanjutnya.

Maka dari itu, kata Toha, dengan pembangunan sistem pompanisasi ini dapat sangat membantu petani untuk menanam meski di musim kemarau yang panjang.

Pjs Bupati Blitar, Jumadi mengatakan selama ini Pemkab Blitar memfasilitasi tata kelola pengembangan unit produksi hasil pertanian di Kabupaten Blitar.

Diketahui, Pemkab Blitar baru saja menandatangani kerja sama dengan Polres Blitar terkait penanaman jagung di Kabupaten Blitar.

Kerja sama ini untuk mewujudkan program 100 hari mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan di seluruh Indonesia.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved