Cerita Kopi
Ada Sejak 1988, Warung Bekpe yang Jadi Jujugan Ngopi Santri Jombang Masih Eksis Sampai Kini
Warung Bekpe di kabupaten Jombang adalah warung langganan santri di Jombang yang sudah eksis sejak 1988. Sampai kini masih jadi jujugan santri
Warung Bekpe mematok harga murah meriah mulai dari Rp 5 - 6 Ribu untuk harga kopi. Sedangkan untuk makanan, mulai dari Rp 7 hingga 8 ribu.
"Varian kopi yang dijual disini macam-macam, ada kopi hitam biasa, hitam mantap (kopi hitam manis), kopi kape (hitam pahit), kopi manual (kopi susu gelas) dan Maman (kopi susu cangkir). Semua kopi itu racikan," ujarnya.
Selain kopi racik, di warungnya juga menyediakan kopi sachet seperti biasa. Itu ia lakukan karena memang tidak semua orang suka dengan kopi racikan. Sehingga menyiapkan kopi sachet juga dirasa perlu.
Karena menyediakan beragam racikan kopi, biji kopi biasa ia beli di pasar terdekat. Namun, penjualnya tetap harus ia pilah-pilih. Baginya soal rasa dan kepercayaan, hati tidak bisa bohong.
Kopi yang sudah ia beli di pasar itu kemudian disangrai sendiri dengan tungku dari tanah liat. Untuk proses penghancuran biji kopi, dilakukan proses penggilingan ke tukang giling yang juga sudah jadi langganan.
Lebih lanjut, biji kopi yang ia pilih pun tidak sembarangan. Baginya, kopi adalah Identitas yang harus jadi ciri khas dari warung kopi.
"Kopinya pilih yang robusta, karena umumnya orang disini tidak suka kecut. Kalau kecut itu kopi (arabica). Dan juga background pemilik dari warung kopi ini berasal dari Dukun, Gresik dan sudah jadi identitas," ungkapnya.
Cak Hafis menjelaskan, untuk omset perhari yang didapatkan, setiap hari berbeda. Omset per hari bisa mencapai Rp 4 Juta, jika ada kegiatan di sekitar pondok.
"Hari biasa juga sekitar Rp 2 juta. Tapi saat pandemi, sama dengan tempat lainnya, ada penurunan lumayan drastis mencapai lebih dari 100 persen dari hari biasa sebelum pandemi," pungkasnya.
Warung Bekpe atau Ozi buka setiap hari mulai pukul 07.00 - 17.00 Wib. Warung juga tutup jika sudah waktunya untuk tutup, atau pengelola sedang ada kegiatan lainnya.
(anggit pujie widodo/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Ngopi, Melukis, dan Melepas Penat di Kedai Baswara: Tempat Nongkrong Rasa Terapi di Pare Kediri |
![]() |
---|
Warung Kopi Kampoeng Sawah di Kediri, Sajikan Kuliner Lokal dengan Nuansa Pedesaan |
![]() |
---|
Cerita Kopi Arabika Kobra di Gunung Wilis Tulungagung yang Kini Tinggal Tersisa 100 Pohon |
![]() |
---|
Cerita Kafe D’Pare Van Java Sajikan Konsep Unik Lewat Perpaduan Kopi dan Musik |
![]() |
---|
Kopi Demit, Kedai Modern Pertama di Pare yang Tetap Bertahan dengan Cita Rasa Otentik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.