Berita Terbaru Kota Surabaya

Paparan Sinar UV Sebabkan Berbagai Masalah Kulit, dari Kulit Kering hingga Kanker Kulit

dr. Shinta Dewi menyebut kondisi cuaca ekstrem dari paparan sinar matahari berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan kulit. Berikut rinciannya

Editor: eben haezer
ist
dr. Shinta Dewi menyebut kondisi cuaca ekstrem dari paparan sinar matahari berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan kulit. Berikut rinciannya 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika dr. Shinta Dewi, Sp.DVE, FINSDV mengatakan kondisi cuaca ekstrem dari paparan sinar matahari yang berlebih bisa memicu berbagai masalah kesehatan kulit.

Menurutnya, terlalu banyak terpapar sinar UV akan membuat kulit menjadi kering. Seiring berjalannya waktu akan memunculkan tanda-tanda penuaan lebih dini dan masalah kulit pada bagian tubuh lainnya.

“Keluhan yang paling banyak dirasakan masyarakat saat musim panas ekstrem biasanya kulit kering. Pada level tertentu, ada juga keluhan kulit lebih keriput karena tidak terhidrasi dengan baik,” ungkapnya ditemui di Sher Klinik Surabaya, Selasa (16/10/2024).

Dilanjutkan oleh dr. Sinta, kurang lembabnya kulit akan membuat skin barrier rusak yang menyebabkan bakteri maupun virus lebih cepat masuk ke lapisan kulit.

Oleh karenanya, menjaga skin barrier tetap sehat juga harus dilakukan bagi jenis kulit apapun. Tak terkecuali pada orang dengan jenis kulit berminyak.

Sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga kelembaban kulit saat cuaca panas, pemakaian skincare yang tepat, dan tidak melakukan cleansing terlalu sering.

Dampak cuaca ekstrem tak hanya merusak kulit wajah. Cuaca panas menyengat juga bisa membuat kulit mudah terbakar (sunburn), luka bakar hingga mengelupas.

“Di beberapa kasus juga kadang bisa menjadi luka bakar hingga mengelupas, menyebabkan flek hitam. Tidak hanya pada wajah, tapi juga pada tubuh yang terpapar,” sebutnya.

Pada cuaca panas seperti ini, penyakit infeksi jamur kulit disebut cukup meningkat.

Beberapa pasien mengeluhkan munculnya jamur di lipatan tubuh. Paling sering dikatakan timbul pada area dekat vagina atau selangkangan.

dr. Shinta menyarankan untuk tidak sering menggunakan celana ketat, bahan jeans atau bahan lain yang tidak menyerap keringat terlebih saat suhu panas berlebih.

“Jika diketahui muncul jamur di area selangkangan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli. Untuk sementara hindari pemakaian celana ketat, usahakan juga tidak menggunakan pantyliner karena makin membuat lembab,” ujar Dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Ia juga mengungkapkan, dalam kondisi panas menyengat seharusnya memproteksi diri dengan mengaplikasikan tabir surya pada wajah dan area tubuh lainnya.

Selain itu, penggunaan jaket atau pakaian yang menutupi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan juga sangat disarankan.

Sebab, bahaya paparan sinar matahari yang menyengat dan berkepanjangan juga dapat menyebabkan kanker kulit.

“Kalau kita tidak pakai proteksi bisa terkena kanker kulit, apalagi sinar matahari di beberapa hari terakhir ini cukup panas dan menyengat,” tutupnya

(kanurika anisa/tribunmataraman.com)

editor: nadiva ariandy

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved