Kecelakaan SMAN 1 Kedungwaru

Bus Nahas yang Ditumpangi Rombongan Guru SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung Dipinjam Dari Unita

Bus nahas yang ditumpangi rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung dipinjam dari Unita. Netizen sebut sudah tak laik jalan

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
ist
Bus milik Universitas Tulungagung yang dipinjam rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Saat dipakai ke Surabaya, bus ini terguling di pintu masuk rest area tol Surabaya-Mojokerto 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Tujuh guru dan satu sopir  korban kecelakaan bus rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru masih menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Lima di antara mereka harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang, seperti tulang kaki, tangan dan punggung.

Para korban ini sebelumnya berada dalam satu bus yang dipinjamkan oleh Universitas Tulungagung (Unita).

Kepala SMAN 1 Kedungwaru, Imron Rosyidi, mengatakan sebelumnya pihak sekolah akan menyewa 5 bus.

Baca juga: Cerita Kepala SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung Soal Bus yang Mereka Tumpangi Terguling di Tol Sumo

Lima bus akan digunakan untuk para siswa yang memberi dukungan kepada tim basket sekolah yang berlaga di DBL Arena Surabaya.

"Waktu itu anak-anak koordinasi dengan pihak sekolah, saya minta cara bus yang bagus. Standar bus pariwisata supaya aman untuk anak-anak," ucap Imron. 

Sementara untuk rombongan guru dan staf Tata Usaha, rencananya akan menyewa kendaraan sendiri.

Jika kurang dari 15 orang yang ikut, maka pihak sekolah akan menyewa Toyota Hiace.

Namun kemudian SMAN 1 Kedungwaru dipinjami bus oleh Unita.

"Mungkin ini bentuk kerja sama antar lembaga yang sudah terjalin selama ini. Kami juga sering diundang lomba, dan kami juga datang," ungkapnya.

Bus ini yang kemudian mengalami kecelakaan, diduga karena rem blong di Rest Area KM 725 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).

Imron mengaku tidak menyalahkan siapapun dalam kecelakaan ini.

Ia bahkan mengaku pihak yang bertanggung jawab sebagai pimpinan di SMAN 1 Kedungwaru.

"Namanya hari apes tidak ada dalam kalender. Apapun yang terjadi, saya yang tanggung jawab karena saya pimpinannya," tegas Imron.

Sementara itu, netizen merespons penggunaan bus milik Unita ini sebagai awal musibah.

Dari salah satu akun yang mengaku mahasiswa di universitas swasta di Tulungagung ini, bus kampus jarang difungsikan.

Bus selalu terparkir yang sama sehingga terkesan mangkrak.

"Selama aku kuliah neng kono (di sana), gak tau eroh bis kuwi pindah panggon ( tidak pernah tahu bus pindah tempat)," komen salah satu akun di Instagram.

Belum ada konfirmasi terkait kondisi bus seperti yang disampaikan netizen ini.

Kecelakaan terjadi pada Senin (7/10/2024) saat bus hendak masuk ke Rest Area KM 725 Jalur A Tol Sumo.

Bus mengalami rem blong sehingga melaju cepat saat akan masuk rest area.

Sopir sempat banting setir ke kiri hingga menabrak pembatas jalan hingga bagian kanan bus terangkat lalu terguling.

Dalam kejadian ini, satu orang meninggal dunia, 9 luka berat dan 10 luka ringan.

Para korban dievakuasi ke RS Petrokimia Driyorejo.

Delapan orang yang masih perlu penanganan medis dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved