Berita Terbaru Kota Surabaya

Tolak Lupa Pelanggaran HAM di Masa Lalu, Mahasiswa Fisipol Unesa Gelar September Hitam

Menolak Lupa Pelanggaran HAM di Masa Lalu, Mahasiswa Fisipol Unesa menggelar September Hitam

Editor: eben haezer
adzra bilah
Himpunan Organisasi Mahasiswa FISIPOL UNESA menggelar peringatan September Hitam di Taman Geografi, kampus Unesa Ketintang, Surabaya, Kamis (20/9/24). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Himpunan Organisasi Mahasiswa FISIPOL UNESA menggelar peringatan September Hitam, Kamis (20/9/2024) malam.

Peringatan September Hitam digelar di Taman Geografi, kampus Unesa Ketintang, Kota Surabaya.

Peringatan September Hitam bertajuk #MENOLAKLUPA ini melibatkan HMP Sosiologi, HMP IAN, HMP Sejarah dan HMP PPKN. 

Seperti diketahui, sejumlah peristiwa kelam dan pelanggaran HAM di Indonesia terjadi pada bulan September. 

Di antaranya Tragedi 65, Peristiwa Tanjung Priok, Tragedi Semanggi II, Pembunuhan Munir, dan serangkaian peristiwa pelanggaran HAM lainnya. 

Pandu Pradana, Ketua Himpunan Sosiologi Unesa mengatakan, “September Hitam” menjadi agenda tahunan yang hampir tiap tahun disuarakan oleh Mahasiswa.

Harapannya, pemerintah dapat menuntaskan satu persatu pelanggaran HAM yang telah terjadi.

Namun, bukannya tuntas, catatan kelam pelanggaran HAM justru makin bertambah pada bulan yang sama.

“Kita sebagai mahasiswa wajib hukumnya untuk menolak lupa pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, begitu pentingnya kita sebagai pemuda penerus bangsa untuk mengadakan agenda September hitam ini, sebagai salah satu penghormatan terhadap mereka yang sudah gugur dalam memperjuangkan HAM, mereka yang dirampas nyawanya, dan mereka yang dibungkam suaranya,” ujar Pandu

Peringatan September HItam ini dimulai dengan pembukaan dan orasi dari masing-masing ketua himpunan.

Lalu dilanjutkan dengan tayangan film perjalanan hidup Munir, Seorang Aktivis HAM yang dibunuh dalam penerbangan menuju Belanda, pada 7 September 2004. 

Selanjutnya, mahasiswa yang terlibat, diberi kesempatan untuk berorasi dan menyampaikan pendapatnya. 

Sebagai penutup, mahasiswa menggelar penyalaan lilin sambil menyanyikan lagu Gugur Bunga, lalu diakhiri dengan doa bersama untuk para pejuang HAM yang menjadi korban kekerasan. 

Natahsya Maharani,  wakil ketua himpunan sosiologi  mengungkapkan, secara garis besar, agenda ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

"Juga untuk memberi penghormatan terhadap mereka yang telah gugur terlebih dahulu dalam memperjuangkan HAM," katanya. 

(Adzra Bilah Syazwina/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved