Berita Terbaru Kota Surabaya
Tren Jas Pria untuk Acara Formal, Tuxedo Kerah Kilat Beri Kesan Mewah Digandrungi Saat Pernikahan
Firyal Nadiah Rahmah perkenalkan koleksi jas pria, tuxedo kerah kilat menjadi pemenang untuk acara pernikahan. Berikut rinciannya
TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Desainer jas pria, Firyal Nadiah Rahmah, mengatakan jas memiliki banyak jenis yang harus diketahui supaya pemakaiannya tepat dan tidak salah kostum.
Jas kerap menjadi pilihan para pria ketika menghadiri acara formal hingga pilihan busana pengantin. Salah satu jenis jas yang paling sering digunakan pada acara pernikahan atau makan malam formal adalah model tuxedo.
“Model yang paling mewah tuxedo, kerah kilat dan bulat, diminati para pria untuk acara wedding. Beda kalau sehari-hari bisa long coat,” ucapnya ketika ditemui di Ciputra World Surabaya belum lama ini.
Melalui KD Suit, perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter di RS Dr. Soetomo ini juga mengenalkan koleksi terbaru jas pria.
Ada delapan item fesyen yang terbagi menjadi desain trendi atau urban desain dan klasik desain.
Koleksi terbarunya ini didominasi warna putih yang dimaknai sebagai busana pria eksklusif dan elegan. Jas berwarna putih disebut tengah naik daun dan banyak peminatnya.
“White series itu ada delapan suites, long coat suites yang panjang dan long tail suites. Desain kedua klasik itu ada tuxedo kerah, modifikasi kancing,“ ucapnya.
“Ternyata banyak minat ke putih, colourfull sempat trending di 2024, tetapi 2025 warnanya single colour,” tambah Firyal.
Untuk pemilihan bahan, ia menggunakan bahan semi wol. Hal ini disebut memiliki nilai plus dibanding bahan wol.
Bahan semi wol, lanjut Firyal, tidak mudah berkerut, memiliki gradasi warna, teksturnya lebih ringan dan tidak panas saat digunakan.
Dalam menentukan model, perempuan yang berkutat selama lima tahun pada busana wedding ini mengatakan lebih sering mengamati inspirasi pada jas pria bergaya western. Firyal mengaku selama dua tahun terakhir menekuni perancangan desain jas pria secara autodidak
“Model itu fluktuatif dalam hitungan bulan, pedoman saya ternyata tidak selamanya model berubah ke depan. Justru gaya jas abad 17 dan 18 balik lagi, seperti jas pelana kuda yang belakang panjang dan depan pendek itu kembali terkenal, cuma warnanya saja yang beda sekarang,” pungkasnya.
(nurika anisa/tribunmataraman.com)
editor: nadiva ariandy
Viral Video Warga Lakarsantri Surabaya Rekam Bentrokan Belasan Pemuda, Berikut Kronologinya |
![]() |
---|
Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Sedang di Tahap Study Mendalam, Wali Kota Eri Sambut Baik |
![]() |
---|
Modus Investasi Burung, Wakil Direktur Intelkam Polda Jatim Jadi Korban Penipuan Rp100 Juta |
![]() |
---|
WALHI Desak PLTSa Benowo Ditutup: Polusi Udara Melebihi Batas Aman WHO |
![]() |
---|
19 Hari Hilang, Remaja Putri di Surabaya Ditemukan di Hotel Bersama 4 Pria dan Sabu-sabu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.