Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Warga Badas Kabupaten Kediri Temukan Mayat Diduga ODGJ Membusuk di Gubuk
Warga Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri dikejutkan dengan penemuan jasad pria yang sudah membusuk di sebuah gubuk, Jumat (16/8/2924) kemarin.
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Warga Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri dikejutkan dengan penemuan jasad pria yang sudah membusuk di sebuah gubuk, Jumat (16/8/2924) kemarin.
Pria yang diduga memiliki gangguan jiwa itu ditemukan oleh warga yang tiba-tiba mencium aroma tak sedap dari gubug di Dusun Poh Blembem, Desa/Kecamatan Badas.
Kapolsek Pare l Iptu Siswo Edi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, penemuan jasad bermula ketika seorang saksi yakni Slamet Pramono, warga setempat, mencium bau tidak sedap dari rumahnya. Slamet, yang merasa penasaran dengan bau menyengat tersebut, memutuskan untuk mencari sumbernya.
Setelah melakukan pencarian, ia menemukan bahwa bau tersebut berasal dari sebuah gubuk yang berada dekat dengan makam umum Dusun Poh Blembem.
"Saat mendekati gubuk, saksi melihat sosok pria yang sudah tidak bernyawa di dalamnya. Kondisi jasad tersebut sudah membusuk dan dikerubuti oleh belatung," kata Iptu Siswo, Sabtu (17/8/2024).
Slamet segera melaporkan penemuan tersebut kepada Kepala Dusun Poh Blembem. Kepala Dusun kemudian meneruskan laporan tersebut kepada pihak berwajib. Tak lama kemudian, polisi dari Polsek Pare bersama tim inafis dari Polres Kediri tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Petugas kepolisian dan tim inafis bekerja cepat untuk mengamankan dan mengevakuasi jasad. Hasil visum yang dilakukan oleh tim medis menunjukkan bahwa tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada jasad tersebut.
"Menurut informasi yang diperoleh, korban diketahui menderita gangguan jiwa selama delapan tahun. Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan," ungkap Iptu Siswo.
Keluarga korban, lanjut Iptu Siswo, setelah mengetahui hasil pemeriksaan, menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk langsung memakamkan jenazah.
Iptu Siswo Edi juga menuturkan, pentingnya kerjasama antara warga dan pihak kepolisian dalam penanganan kejadian seperti ini. "Kami menghimbau agar warga segera melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Dengan adanya langkah cepat dari pihak kepolisian dan kerjasama dari masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih baik di masa depan.
(luthfi husnika/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Hangatnya Cangkrukan Kapolres Kediri Bersama Puluhan Lansia GUSDURian Pare |
![]() |
---|
Pembangunan Jalan Menuju Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Capai 17 Persen |
![]() |
---|
DPRD dan Pemkab Kediri Sahkan 3 Perda Baru: Tirta Bhirawa, Adminduk, hingga Kawasan Tanpa Rokok |
![]() |
---|
Remaja di Kediri Terjaring Balap Liar, Orang Tua hingga Guru Didatangkan Beri Pembinaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.