Berita Terbaru Kota Surabaya

Cerita Pencuri Motor Keyless di Depan Grahadi Surabaya: Minta Tolong Ojol Untuk Bantu Mendorong

Pelaku pencurian motor keyless di Surabaya berpura-pura motor curiannya mogok hingga menimbulkan iba pengemudi ojek online yang membantu mendorong

Editor: eben haezer
ist
Saat Tersangka MNR diamankan Tim Antibandit Polsek Genteng Polrestabes Surabaya 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Ini adalah cerita tentang MNR (36), pelaku pencurian motor di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang beraksi mencuri motor keyless atau motor tanpa kunci. 

Pria asal Kebraon Surabaya itu beraksi mencuri motor milik korban yang sedang asyik nobar pertandingan Semifinal Piala Asia U-23 Indonesia VS Uzbekistan pada 29 April 2024 silam. 

Untuk menjalankan aksinya, pria yang pernah dipenjara karena kasus penyalahgunaan narkoba itu mendorong motor korban menjauh dari lokasi nobar. 

MNR mendorong motor dari jalanan depan Gedung Grahadi sampai ke kawasan Jalan Panglima Sudirman. 

Dia juga berpura-pura motor itu mogok hingga menimbulkan perasaan iba dari seorang pengemudi ojek online. 

Pengemudi ojek online itu pun membantu mendorong motor curian dari Jalan Panglima Sudirman hingga ke kawasan Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya. 

Menurut Kanit Reskrim Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya, Iptu Harsya, tersangka merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika. 

"Residivis 2 kali kasus narkoba, mengaku (mencuri motor) hanya sekali tapi masih kami kembangkan terus," ujarnya, Selasa (9/7/2024). 

"Dia ngaku ke ojolnya kalau motor sedang mogok, jadi mau mendorong," katanya. 

Setelah berhasil disembunyikan, motor hasil curian tersebut lantas dijual ke seorang penadah kenalanannya di Pulau Madura, seharga kisaran Rp7,5 juta. 

Uang tersebut digunakan untuk melakukan deposit aplikasi permainan judi online.

"Motor hasil curian dijual di Madura dengan harga Rp7,5 juta sedangkan uangnya telah habis dipergunakan untuk bermain judi online," ujar Iptu Harsya.

Tersangka MNR mengakui dirinya sudah mengintai posisi letak motor selama diparkir di bahu jalan depan Gedung Grahadi. 

Lantaran masyarakat atau peserta nonton bareng cenderung berfokus pada layar lebar yang disediakan di lokasi tersebut, memudahkannya menjalankan aksi. 

"Saya aksi tidak tahu tukang parkir, saya nunggu di depan, dekat toko es cendol, dan saya beraksi sendirian," ujar Tersangka MNR saat diinterogasi penyidik, seperti dalam video yang dilansir pihak Humas Polsek Genteng Polrestabes Surabaya. 

Lalu saat situasi dirasa telah terpantau aman, karena letak lokasi motor sasarannya jauh dari pantauan ataupun jangkauan para warga peserta nonton bareng. Tersangka MNR mulai menjalankan aksinya. 

"Saya dorong pakai pesanan ojek online, dari Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan Jalan Gunungsari," pungkasnya. 

(luhur pambudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved