Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Musim Panen Tiba, Intensitas Operasi Pasar Beras Bulog Cabang Tulungagung Berkurang Jauh
Musim Panen Tiba, Intensitas Operasi Pasar Beras Bulog Cabang Tulungagung Berkurang Jauh
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Bulog Cabang Tulungagung masih terus menjalankan penugasan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Namun karena musim panen telah terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, intensitas penyaluran SPHP sangat menurun.
Beras SPHP ini biasanya disalurkan melalui operasi pasar maupun mitra resmi Bulog, Rumah Pangan Kita (RPK).
“Musim panen berpengaruh langsung pada ketersediaan beras di tengah masyarakat,” jelas Kepala Bulog Cabang Tulungagung, David Donny Kurniawan.
David menambahkan, puncak kebutuhan beras di seluruh wilayah Bulog Cabang Tulungagung terjadi pada awal tahun sampai Ramadhan.
Saat itu kebutuhan masyarakat sangat tinggi, sementara belum ada wilayah yang panen padi.
Karena itu Bulog menerima penugasan dari pemerintah, untuk menyalurkan beras SPHP.
“Saat itu permintaan operasi pasar sangat tinggi. Saat itu hampir setiap hari kami melakukan operasi pasar,” katanya.
Dalam sekali operasi pasar, stok beras 2 ton pun langsung habis diserbu warga.
Padahal petugas telah memberlakukan pembatasan, setiap orang hanya bisa membeli maksimal 2 kemasan, atau 10 kg.
Bahkan di saat permintaan tinggi, petugas membatasi pembelian satu orang satu kemasan, atau 5 kg.
Selain operasi pasar, Bulog juga mengirim rata-rata 2 ton beras SPHP per minggu ke setiap RPK.
Namun memasuki musim panen, sekitar Mei 2024, ketersediaan beras di tengah masyarakat mulai meningkat.
Dampak yang langsung dirasakan Bulog adalah menurunnya permintaan operasi pasar.
Selain itu permintaan setiap RPK juga mengalami penurunan, karena konsumen juga menurun.
“Operasi pasar tetap ada, sesuai permintaan. Tapi intensitasnya rata-rata 1 kali dalam 1 Minggu,” ungkap David.
Selain penyaluran beras SPHP, Bulog juga menerima penugasan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah.
Untuk tahap 1 dan 2, Januari-Juni 2024, setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan 10 kg per bulan.
Namun tahap 3, Juli-Desember 2024 jumlahnya menjadi 10 kg per 2 bulan, atau setara 5 kg per bulan.
Untuk periode Januari-Juni, Bulog Cabang Tulungagung membutuhkan beras sebanyak 2.856 ton.
Jumlah ini untuk wilayah Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.
Khusus untuk Tulungagung, dibutuhkan lebih dari 944 ton untuk 94.427 penerima bantuan pangan.
“Kalau untuk bantuan pangan, jumlahnya pasti presisi karena jumlah penerima bantuan pangan juga sudah ditetapkan,” papar David.
Sebelumnya Bulog Cabang Tulungagung juga menerima penugasan penyerapan gabah petani.
Di musim panen pertama 2024 ini Bulog Cabang Tulungagung menyerap gabah petani setara 5.030 ton beras.
Jumlah ini lebih besar dari target yang dibebankan, yaitu gabah setara 5.000 ton beras.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
14 Desa di Tulungagung Masih Kosong Jabatan Kepala Desa, APDESI Dorong PAW |
![]() |
---|
Bupati Tulungagung Kukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 4 Kades |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.