Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
TMMD Kabupaten Trenggalek Ditutup, Warga Desa Tanggaran Kini Bisa Nikmati Jalan Mulus
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek ditutup, Jumat (7/6/2024). Ini hasilnya
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek ditutup, Jumat (7/6/2024).
Dari kegiatan tersebut, jalan desa sepanjang 1,3 kilometer diperbaiki. 850 meter diantaranya dirabat dan 460 meter sisanya dipaving.
Penutupan dilakukan di lapangan desa setempat dan dihadiri langsung oleh Kapoksahli (Kepala Kelompok Staf Ahli) Kodam V Brawijaya, Brigjen TNI Ramli yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam upacara penutupan tersebut, dilaporkan capaian TMMD yang dilakukan selama satu bulan mulai tanggal 6 Mei hingga 7 Juni 2024.
Mulai dari perbaikan jalan, hingga merampungkan pembuatan talut penahan jalan sebanyak 4 titik, hingga renovasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Tak hanya kegiatan pembangunan fisik, TMMD tersebut juga mempunyai program non fisik, mulai dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya terorisme, hingga desa wisata.
"Dalam rangka membantu Pemda meningkatkan kesejahteraan masyarakat nya di daerah terpencil, TNI mempunyai komitmen untuk membantu melalui TMMD yang dulu namanya Abri Masuk Desa. Kegiatan ini disponsori pemda setempat, sedangkan kita yang melaksanakan pengerjaan," kata Ramli, Jumat (7/6/2024).
Di TMMD tersebut, prajurit TNI juga menjalankan instruksi Kepala Staf Angkatan Darat untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Mulai dari pembuatan sumur bor di 5 titik, hingga penanaman 200 pohon buah
"Kita berupaya meringankan petani kita dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan baik pasca panen maupun jelang tanam," lanjutnya.
Perbaikan jalan di Desa Tanggaran diharapkan juga bisa memudahkan transportasi petani terutama distribusi hasil panen.
"Kita punya MOU ketahanan pangan dan program unggulan dari KSAD ada pipanisasi dan pembuatan sumur dalam," ucap Ramli.
Perwira tinggi dengan bintang satu di pundak tersebut menerangkan Jawa Timur mempunyai sawah seluas 1,2 juta hektare.
Dari luas tersebut 490 ribu hektar diantaranya adalah sawah tadah hujan dan hanya bisa ditanami padi jika musim hujan datang.
Dengan bantuan sumur bor tersebut, Ramli berharap petani bisa tanam padi 3 kali dalam setahun dan tidak bergantung lagi pada musim hujan.
"Kami berpesan apa yang sudah dikerjakan bisa dipelihara oleh masyarakat, kalau selama bisa dikerjakan secara manual segera dikerjakan, misalnya longsor kecil. Jadi jangan menunggu alat berat sehingga (fasilitas umum) yang ada bisa segera digunakan oleh masyarakat lain," pungkasnya.
(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Peras Kepala Desa, Tiga Orang Mengaku Wartawan di Trenggalek Divonis Penjara |
![]() |
---|
Wagub Jatim Emil Dardak Salurkan Bansos Rp 4,2 Miliar untuk Masyarakat Trenggalek |
![]() |
---|
SMA 1 Kampak Trenggalek Disidak Wakil Ketua DPRD Jatim, Tindaklanjuti Demo Siswa soal Iuran |
![]() |
---|
Tak Ada Lagi Honorer, Bupati Mas Ipin Lantik 1.329 PPPK Kabupaten Trenggalek |
![]() |
---|
Keliling Trenggalek, Manfaatkan dan Simak Jadwal Transportasi Umum Baru Berikut Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.