Minggu, 26 April 2026

Pilkada Kota Malang 2024

BREAKING NEWS - Pernah Terjerat Korupsi, Abah Anton Kembali Daftar Jadi Wali Kota Malang Lewat PKB

Mantan Wali Kota Malang yang pernah terjerat korupsi, Abah Anton kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang 2024 lewat PKB

Editor: eben haezer
purwanto
Mantan Wali Kota Malang periode 2013-2018, Mochammad Anton atau Abah Anton (tengah) didampingi sejumlah ulama saat mendaftar sebagai Bakal Calon Wali (Bacawali) Kota Malang di kantor DPC PKB Kota Malang, Jawa Timur, Senin (29/4/2024). Mantan Wali Kota Malang Abah Anton mendaftar di DPC PKB Kota Malang dengan menyerahkan berkas-berkas serta diterima seluruh pengurus DPC PKB Kota Malang. 

TRIBUNMATARAMAN.COM -  Mantan Wali Kota Malang, M Anton atau Abah Anton kembali maju dalam Pilkada Kota Malang 2024. 

Senin (29/4/2024), Abah Anton mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Malang lewat DPC PKB Kota Malang. 

Kedatangannya diiringi konvoi para pendukung yang sebelumnya berkumpul di Kantor PCNU Kota Malang.

Abah Anton tiba di DPC PKB sekitar pukul 10.30 WIB. 

Setelah turun dari mobilnya, Anton jalan menuju pintu masuk DPC PKB Kota Malang didampingi para tokoh agama dan pendukungnya.  

Pekikan salawat mengiringi langkah Anton masuk ke Kantor DPC PKB Kota Malang.

Anton diterima Ketua DPC PKB Kota Malang, Fatchullah.

Anton mengatakan, keputusan dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota di Kota Malang adalah dorongan masyarakat.

Anton mengatakan, ia mendengar banyak harapan dari masyarakat agar dirinya bisa melanjutkan program dan kepemimpinannya terdahulu.

Meskipun Anton mengatakan tidak memiliki angka survei terhadap seberapa banyak dukungan masyarakat pada dirinya, ia tetap meyakini banyak warga ingin merasakan kembali program di bawah kepemimpinannya sebagai wali kota.

"Bagaimana melanjutkan pembangunan yang waktu itu belum selesai. Masyarakat ingin sekali agar program-program yang pernah dirasakan oleh masyarakat dan memberikan dampak yang besar kepada masyarakat.  Yang jelas sekali, masyarakat berkeinginan, pada waktu itu ada program yang memberikan dampak positif dan memberikan perubahan," ujar Anton, Senin (29/4/2024).

Anton berulang kali mengatakan bahwa masyarakat ingin ia melanjutkan program di bawah jabatannya sebagai wali kota. Ia juga menegaskan bahwa nanti akan membentuk koalisi rakyat. Koalisi ini akan menampung segala aspirasi masyarakat, baik sebagai subyek atau obyek.

"Kami akan bentuk koalisi rakyat, yang nantinya masyarakat menjadi subyek atau obyek secara transparan membangun kota ini," ujarnya.

Mengenai masa lalunya yang pernah terlibat skandal korupsi berjamaah pada 2018,  Anton enggan membahas lebih jauh. Dia hanya menegaskan telah melewati tahapan seperti pemeriksaan SKCK hingga keterangan dari pengadilan.

"Saya tidak dalam konteks itu (kasus hukum, Red). Saya sampaikan masyarakat yang meminta kepada saya. Mereka berharap sekali, hal itu tetap bisa dilakukan Abah Anton sehingga mencalonkan kembali. Yang jelas, sebetulnya oleh keluarga masih ada pemikiran. Terus terang saja keluarga keberatan. Akan tetapi, para kyai meyakinkan kami tujuannya kemaslahatan yang lebih besar. Butuh program yang pro masyarakat. Program yang menyentuh masyarakat, usulan dari tokoh masyarakat, akademisi, bahwa memang lima tahun ke depan perlu ada perubahan signifikan," paparnya. 

Anton tidak ingin terjebak pada kasus masa lalu. Ia mengatakan saat ini waktunya untuk melakukan suatu perubahan.

Kota Malang dikatakannya membutuhkan perubahan yang besar ke depan. Melalui PKB, ia berharap cita-cita yang besar itu bisa terwujud.

(Benni Indo/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved