Operasi Ketupat Semeru 2024

Miras dan Knalpot Brong Dimusnahkan Setelah Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024 di Kota Kediri

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024 digelar di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (3/4/2024). Ditutup dengan pemusnahan knalpot brong

|
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Usai menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru dilakukan pemusnahan narkoba, minuman keras serta knalpot brong di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (3/4/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024 digelar di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (3/4/2024).

Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah, bertindak sebagai inspektur upacara, dengan didampingi Kapolres Kediri Kota dan Dandim 0809 Kediri.

Operasi Ketupat Semeru 2024 akan dimulai besok, 4 April 2024, hingga 6 April 2024. 

Baca juga: Barang Rampasan Selama Operasi Pekat Dimusnahkan Polres Lamongan Saat Operasi Ketupat Semeru 2024

Apel dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Dandim 0809 Letkol Inf Aris Setiawan, Danyonif 521 Mayor Inf Rahadyan Surya Murdata, Danbrigif 16 Wira Yudha Kol Inf Taufik Ismail, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Andy Minarwaty dan Ketua Pengadilan Negeri Maulia Martwenty.

Usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024, dilakukan pengecekan kendaraan dan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2024.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa knalpot brong, minuman keras dan narkoba. 

Pada apel gelar pasukan ini, Zanariah membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2024  merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 dan komitmen nyata sinergitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri 1445 H. 

Selain Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas, stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting, serta BBM harus tetap terjaga. 

Untuk itu perlu peningkatan koordinasi dan langkah bersama stakeholder terkait, sehingga stok dan harga tetap terjaga. Selain upaya dan perkembangan di lapangan harus diimbangi dengan strategi komunikasi publik yang baik.

“Pastikan masyarakat dapat mengetahui informasi yang dibutuhkan melalui berbagai saluran komunikasi sehingga dapat merencanakan perjalannya dengan nyaman,” imbuhnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved