Pencurian BBM Bersubsidi
Polda Jatim Bongkar Pencurian BBM Bersubsidi di Sampang dan Ngawi, Begini Modusnya
Polda Jatim membongkar praktik pencurian BBM pertalite dan solar bersubsidi yang beraksi di Kabupaten Sampang dan Ngawi
TRIBUNMATARAMAN.COM - Anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar praktik pencurian BBM pertalite dan solar bersubsidi yang beraksi di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Ngawi.
Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Luthfie Setiawan mengatakan, tersangka pencurian BBM bersubsidi jenis pertalite di Sampang berinisial AR.
Tersangka AR melakukan pencurian tersebut dengan membeli BBM pertalite dalam jumlah banyak di sejumlah SPBU kawasan kabupaten tersebut.
Caranya, Tersangka AR mewadahi BBM pertalite tersebut dalam 59 jeriken, masing-masing berkapasitas 34 liter.
Jeriken berisi BBM tersebut kemudian diangkut dalam bak truk.
Tersangka AR membeli BBM pertalite dengan harga pasaran Rp10 ribu. Namun, menjualnya ke kalangan industri, pengusaha, dan eceran dengan harga Rp15-20 ribu per liter.
Tersangka AR sudah beraksi hampir setahun, artinya telah memiliki omset sekitar Rp480 juta.
"Modusnya, dia menggunakan 1 unit dump truk. Kemudian melakukan pembelian pertalite di SPBU. Lokasinya adalah di sampang. Jadi dia ini sudah cukup lama melakukan kegiatan ini. Dan ini baru bisa dilakukan penindakan," katanya di Mapolda Jatim, Selasa (12/3/2024).
Kemudian, kasus kedua, yakni pencurian BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Ngawi. Tersangka berinisial MAM. Kini, berkas perkara dan Tersangka MAM sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan, karena telah dinyatakan P-21.
Namun, ungkap Luthfie, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Mengingat sudah ada seorang sosok tersangka lain berinisial S, yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.
"(Sosok S yang masuk DPO dianggap penting) Ini adalah orang yang menyuplai biosolar yang bersangkutan (Tersangka MAM)," jelasnya.
Modus pencurian terbilang sama. Tersangka MAM membeli BBM bersubsidi jenis solar dengan harga pasaran, dalam jumlah besar, di SPBU kawasan Ngawi.
Lalu, dia menjual kembali ke industri dengan harga Rp 20 ribu per liter.
"Dia beli solar pakai barcode petani, menggunakan motor kemudian beli berkali-kali lalu menampungnya di truk yang telah dimodifikasi, untuk dijual dengan harga industri," katanya.
"Dia pakai truk Isuzu. Melakukan pembelian di SPBU. Dan dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan, diakui dia sudah melakukan aksinya 1 tahun ini," tambahnya.
Mengenal Cikar, Alat Transportasi Tradisional Khas Kediri Berparade Meriahkan HUT RI 2025 |
![]() |
---|
Pimpinan DPR RI Minta Maaf, Puan Maharani Kawal Penyelidikan dan Minta Kapolri Usut Tuntas |
![]() |
---|
Prediksi Lengkap Susunan Pemain Real Madrid vs Mallorca Liga Spanyol |
![]() |
---|
Demo di Malang, 17 Korban Ricuh Solidaritas Affan Kurniawan Dikirim ke RSSA Malang |
![]() |
---|
Korupsi Dana Desa, Kades Kradinan Divonis 3,5 Tahun dan Bayar Uang Pengganti Rp 539 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.