Berita Terbaru Kota Blitar

Proyek JLS dan Jalan Tol Akan Menumbuhkan Investasi di Blitar Raya

Nilai investasi di Blitar Raya (Kota Blitar dan Kabupaten Blitar) meningkat pasca pandemi Covid-19.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Hotel Santika di Jl Ir Sukarno Kota Blitar yang baru beroperasi awal 2024 ini. Investasi jenis perhotelan dan pabrik rokok mulai tumbuh di Kota Blitar. 

Data dari DPMPTSP Kabupaten Blitar menyebutkan, realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2020, realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar mencapai Rp 1,4 triliun. Realisasi nilai investasi di Kabupaten Blitar sampat turun menjadi Rp 1,27 triliun pada 2021.

Namun, pada 2022, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar kembali naik menjadi Rp 1,7 triliun.

Sedang pada 2023, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar tembus mencapai Rp 2,9 triliun.

Koordinator Bidang PTSP DPMPTSP Kabupaten Blitar, Rendra Dwi Santoso mengatakan jenis investasi yang mendominasi di Kabupaten Blitar, yaitu, usaha makanan dan minuman.

Pada 2023, ada 15.554 nomor induk berusaha (NIB) diterbitkan oleh DPMPTSP Kota Blitar. NIB yang diterbitkan didominasi pelaku UKM.

"Kalau dibandingkan periode sebelumnya, jumlah NIB yang kami terbitkan pada 2023 ada kenaikan signifikan," kata Rendra, Senin (19/2/2024).

Menurut Rendra, sebagian masyarakat Kabupaten Blitar sudah sadar pentingnya perizinan berusaha. Karena, kalau para pelaku usaha tidak punya izin lengkap, mereka tidak bisa menjual produknya di pasar.

"Karena, sekarang, pasar sudah mengerti produk harus berizin untuk bisa diperjual belikan," ujarnya.

Dikatakan Rendra, potensi investasi di Kabupaten Blitar, yang pertama masih didominasi di sektor makanan dan minuman.

Lalu, kedua ada sektor peternakan, pertanian dan perikanan. Industri selain makanan dan minuman seperti industri kayu lapis juga banyak di Kabupaten Blitar.

"Peternakan ayam dan peternakan ikan koi juga banyak di Kabupaten Blitar. Dengan luas yang kami punya, tentunya Kabupaten Blitar memiliki beragam potensi investasi," katanya.

Selain itu juga ada jenis investasi modal asing (PMA) yang masuk di Kabupaten Blitar. Investasi modal asing di Kabupaten Blitar, peternakan susu perah Greenfield dari Australia dan pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) dari Thailand.

Rendra memprediksi nilai investasi di Kabupaten Blitar terus berkembang. Mengingat, Kabupaten Blitar masuk dalam proyek strategis nasional jalur lintas selatan dan proyek jalan tol Malang-Blitar-Tulungagung.

"Proyek strategis nasional JLS dan jalan tol menurut kami akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Dengan pertumbuhan ekonomi itu tentunya banyak orang berusaha, orang berusaha membutuhkan legalitas. Dengan legalitas itu tentunya menambah jumlah investasi di Kabupaten Blitar," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved