Pemilu 2024

Terjadi di Berbagai TPS di Gresik, Suara Prabowo-Gibran Menggelembung di Aplikasi Sirekap KPU

Terjadi di Gresik, perolehan suara Prabowo-Gibran di aplikasi Sirekap KPU, menggelembung dibandingkan jumlah suara yang tercatat di form C1 TPS. 

|
Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

TRIBUNAMTARAMAN.COM - Data hasil perhitungan suara Pilpres 2024 di berbagai TPS di Gresik yang telah terangkum dalam form C1, berbeda dengan data yang dicantumkan dalam aplikasi Sirekap milik KPU. Bahkan, perbedaannya cukup mencolok.

Yang banyak terjadi, perolehan suara Prabowo-Gibran di aplikasi Sirekap KPU, menggelembung dibandingkan jumlah suara yang tercatat di form C1 TPS. 

Hal ini ramai menjadi perbincangan pengguna media sosial X.

Perbedaan hasil ini banyak didapati di TPS wilayah Gresik selatan.

Salah satunya di TPS 002, Desa Bengkelo Lor, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Di data Sirekap KPU untuk TPS ini, pasangan Anies - Muhaimin mendapat 7 suara, Prabowo - Gibran mendapat 453 suara dan Ganjar Mahfud mendapat 50 suara.

Sementara, di data form C1 TPS,  Anis-Muhaimin mendapat 7 suara. Prabowo - Gibran mendapat 153 suara dan Ganjar Mahfud mendapat 50 suara.

Artinya, jumlah perolehan suara Prabowo-Gibran di TPS tersebut, terdapat penambahan 300 suara di aplikasi Sirekap

Selanjutnya di TPS 012, Desa Pasinanlemahputih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, data sirekap di TPS tersebut menunjukan, Anies - Muhaimin mendapat 7 suara,  Prabowo - Gibran mendapat 646 suara dan Ganjar - Mahfud mendapat 29 suara.

Padahal dari data form C1 TPS tersebut menunjukan, jumlah suara Anis-Muhaimin mendapat 17 suara. Prabowo - Gibran mendapat 182 suara dan Ganjar Mahfud mendapat 29 suara.

Artinya, suara Prabowo-Gibran versi aplikasi Sirekap, membengkak menjadi 464 suara dibandingkan data form C1. Sedangkan suara AMIN berkurang 10 suara.  

Di TPS 010 Watestanjung, Wringinanom, form C1 menunjukkan Prabowo-Gibran mendapat 181 suara. Tapi di aplikasi Sirekap menggelembung menjadi 441 suara. 

Di TPS 011 Mojotengah, Menganti, Gresik, form C1 menunjukkan Prabowo-Gibran mendapat 130 Suara. Tapi di aplikasi Sirekap membengkak menjadi 430 suara. 

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Gresik, Abdul Alam menyampaikan kemungkinan terjadinya perbedaan hasil suara yang berbeda dari beberapa hal. Pertama, penulisan angka digital itu kurang sempurna.

"Bisa karena kurang pekat, bisa juga ketika menulis agak goyang dan bisa jadi saat dipindai, cahayanya kurang. Sehingga angka yang terbaca itu bisa berbeda dengan hasil perhitungan," ujarnya, Kamis (15/2/2024).

Cara kerja Sirekap, lanjut Alam, yakni  dengan membaca angka digital yang tertulis pada C1 Pleno. Dari hasil C1 tersebut, KPPS akan menggunakan scan untuk memindai angkat tersebut yang kemudian di input secara otomatis ke Sirekap.

"Iya, angka yang masuk ke rekap itu, bukan inputan KPPS. Angka masuk masuk itu, hasil pindai C hasil pleno itu. Jadi C hasil itu dipindai menggunakan (scan). Kemudian secara otomatis, Sirekap membaca angka digital di C itu dan terinput ke Sirekap," bebernya.

Dikatakannya, KPPS tidak punya kewenangan untuk melakukan perbaikan ketika ada perhitungan yang keliru dalam Sirekap. Siapa yang bisa melakukan perbaikan pada data di Sirekap, kata Alam, adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

"Kenapa demikian, karena agar KPPS tidak bisa merekayasa atau memanipulasi hasil pemungutan suara," terangnya.

Dihubungi terpisah, Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Parmas Bawaslu Gresik, Habiburrahman mengatakan, yang jelas situs KPU atau aplikasi sirekap KPU saat ini tidak bisa dijadikan acuan, mengingat rekapitulasi di tingkat kecamatan belum dimulai.

"Apabila terjadi selisih antara sirekap KPU dengan hasil ditingkat TPS harus diperbaiki saat rekap ditingkat kecamatan. Hasil sanding data Bawaslu tidak segitu. Besok akan kita perketat saat rekapitulasi di tingkat kecamatan. Saat ini kita juga masih berproses mengecek kesesuaian hasil penghitungan di TPS," ujarnya.

(willy abraham/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved