Pemilu 2024

Ada 3 Kiai Sepuh Pengasuh Ponpes Besar di Jatim yang Mendukung Prabowo-Gibran

Sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok pesantren besar di Jawa Timur masuk dalam barisan pendukung Prabowo Subianto sebagai presiden.

|
Editor: eben haezer
bobby c koloway
Sejumlah kiai sepuh hadir dalam acara sholawatan dan doa bersama Prabowo-Gibran Jatim International Expo (JIE) di Surabaya, Jumat (9/2/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok pesantren besar di Jawa Timur masuk dalam barisan pendukung Prabowo Subianto sebagai presiden.

Bahkan mereka terlihat hadir dalam acara sholawatan dan doa bersama Prabowo-Gibran Jatim International Expo (JIE) di Surabaya, Jumat (9/2/2024).

Di antaranya adalah KH M Anwar Manshur, Pengasuh tertinggi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Kemudian, Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Fuad Noerhasan, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri KH Anwar Iskandar, hingga beberapa kiai sepuh lainnya.

Gelombang dukungan kiai sepuh Jawa Timur muncul tak lama setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran awal tahun ini.

Khofifah yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) non aktif dan sekaligus Ketua PP Muslimat NU ini dinilai memberikan efek besar terhadap pemilih di Jawa Timur.

Ketua TKD Prabowo Gibran Jawa Timur, Boedi Prijosoeprajitno optimis di dukungan kiai sepuh akan membawa pengaruh suara mayoritas di Jawa Timur. Dengan kata lain, potensi kemenangan sebesar 60 persen suara bisa terealisasi.

"Doa dari kiai sepuh menguatkan semangat kami untuk mewujudkan target menang sekali putaran di Jawa Timur," kata Boedi di Surabaya, Sabtu (10/2/2024).

Sebagai perhitungan, jumlah pemilih di Jawa Timur mencapai 31 juta orang. Mayoritas dari jumlah tersebut merupakan warga NU dan Muhammadiyah.

Sekitar 60 persen adalah warga Nahdliyyin. Kemudian, sekitar 24 persen lainnya merupakan masyarakat Muhammadiyah.

Dengan mengutip hasil survei Poltracking terbaru, 60,9 persen warga NU atau sekitar 14,6 juta jiwa memilih Prabowo-Gibran.

Potensi tersebut masih ditambah 42 persen warga Muhammadiyah atau sekitar 4,3 juta yang juga mendukung pasangan nomor urut 2 tersebut.

"Maka potensi suara di Jatim bisa mencapai 18,9 pemilih. Jumlah tersebut masih bisa bertambah dengan melihat berbagai potensi lainnya," ujar Boedi optimis.

Tidak berhenti pada kiai dan pondok pesantren saja, Khofifah juga diharapkan akan membawa pemilih yang selama ini bimbang (swing voter), pemilih milenial, hingga berbagai pemilih dari berbagai latarbelakang profesi. Di antaranya, pelaku usaha, petani, pedagang, dan pelaku UMKM.

(bobby c koloway/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved