Berita Terbaru Kota Blitar

Lagi Musim, Warga Blitar Berburu Kepompong Ulat Jati yang Kalau Dijual Harganya Ratusan Ribu

Kepompong ulat jati atau entung kini menjadi barang yang banyak dicari warga di Kota Blitar karena harganya ratusan ribu per kilogram.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Warga menunjukkan entung jati di Hutan Jati Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Selasa (16/1/2024).  

"Kalau dijual, harga entung jati lebih Rp 100.000 per kilogramnya. Biasanya, entung jati dimasak oseng atau digoreng untuk lauk makan," kata Misidi.

Menurutnya, momen mencari entung jati tidak lama. Biasanya, dalam waktu seminggu, kondisi entung jati sudah kosong. 

"Sekarang, warga Wonotirto mencari entung jati di Lodoyo. Karena hutan jati di wilayah Wonotirto, sekarang sudah ganti tanaman tebu," katanya.

Wiwik (39), warga Desa Bumiayu, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, juga mencari entung di Hutan Jati Lodoyo, Kecamatan Sutojayan.

Jarak rumah Wiwik ke Hutan Jati Lodoyo sekitar 20 kilometer. Ia naik sepeda motor untuk mencari entung di Hutan Jati Lodoyo, Kecamatan Sutojayan.

"Saya sudah dua hari ini cari entung di sini (Hutan Jati Lodoyo). Kemarin hanya dapat setengah kilogram. Entungnya saya jual, sudah ada yang pesan. Harga per kilonya lebih Rp 100.000," katanya.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved