Berita Trenggalek

Bupati Mas Ipin Sodorkan Isu Kelestarian Lingkungan Dalam RKPD Trenggalek 2024

Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengusulkan isu kelestarian alam dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Trenggalek 2024.

Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
Bupati Trenggalek, Mas Ipin saat meninjau dampak banjir di Watulimo, Trenggalek, Jumat (4/11/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengusulkan isu kelestarian alam dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Trenggalek 2024.

Usulan itu dia sampaikan dalam Forum Konsultasi Publik rencana awal RKPD Trenggalek Tahun 2024. 

Selain isu kelestarian alam, dia juga menyodorkan isu pelayanan publik serta pengentasan kemiskinan ekstrem. 

Baca juga: Kabupaten Trenggalek Diguncang Gempa Sebanyak 89 Kali Sepanjang 2022

Menurut Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, isu kelestarian lingkungan tidak bisa dipisahkan dalam rencana kerja pemerintah untuk menekan potensi terjadinya bencana alam.

Hal ini penting, karena selain mengancam keselamatan masyarakat, bencana alam juga menyebabkan kerugian infrastruktur yang besar.

Selain itu, dalam RPJMD sudah disepakati bersama untuk meningkatkan indeks kota hijau Kabupaten Trenggalek. 

"Dalam kurun satu tahun kemarin, kurang lebih kerugian yang bisa dihitung oleh pemerintah berupa material pembangunan atau investasi infrastruktur yang sudah dilaksanakan kurang lebih Rp 200 miliar. Semua itu hilang dalam hanya kurun waktu 12 bulan akibat banjir dan longsor," jelas Mas Ipin ditemui di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kamis (19/1/2023).

Tak hanya itu, masyarakat Bumi Menak Sopal juga harus menanggung kerugian karena aktivitas sehari-harinya dalam mencari nafkah terganggu.

Adanya biaya penanganan bencana alam atau disaster cost yang membengkak tanpa bisa diprediksi tersebut, menurut Mas Ipin mengganggu kegiatan perencanaan yang sudah diatur sedemikian rupa.

Suami Novita Hardini tersebut bercita-cita agar ekonomi dan ekologi Kabupaten Trenggalek bisa berjalan beriringan.

Kelestarian lingkungan yang terjaga bisa memberikan perlindungan alam dan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

"Seperti halnya menanan tanaman tegakan keras kemudian dipilih tanaman yang buahnya dapat dipanen oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis," lanjutnya.

Sedangkan terkait dengan mendekatkan pelayanan, beberapa terobosan dilakukan seperti Makaryo Ning Desi Hebat (Mening Deh) yang digelar setiap Hari Rabu. 

Dengan mendatangi desa-desa secara langsung diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menginventarisasi masalah yang ada serta menemukan solusi sesuai kebutuhan riil lapangan.

Lalu untuk upaya pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut mengajak peran aktif semua pihak.

Saat ini, di Trenggalek mulai ada pergeseran selera kerja, yang dulunya pegawai bekerja dengan upah atau gaji, bergeser ke sektor informal seperti menjadi pelaku UMKM. 

"Untuk itu agenda agenda pemerintah seperti rapat kita geser ke desa agar produk-produk UMKM di desa-desa punya potensi pasar yang lebih luas," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved