Baku tembak antarajudan
TKP Baku Tembak Antarajudan di Rumah Dinas Kabid Propam Disinyalir Tidak Klir Sejak Hari Pertama
Karena ada konflik kepentingan, maka ada kemungkinan dua alat bukti yang dikuasai oleh Paminal itu bisa “diutak-atik.”
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Dari penelusuran tim gabungan, decoder CCTV yang ada di dalam rumah dinas Ferdy Sambo (CCTV ada dua, yakni di dalam rumah dan di luar rumah) yang awalnya disebut terbakar karena tersambar petir, ternyata tidak seperti itu.
Sudah diganti baru, hanya saja decoder baru ini tidak cocok dengan CCTV yang ada.
"Saya tidak tahu persisnya di mana decoder aslinya. Katanya sih seperti itu (dibawa Paminal, Red),’’ katanya.
Selain itu, tim gabungan juga menelusuri soal kemungkinan Irjen Ferdy Sambo berada di TKP saat kejadian.
Sejauh ini, kesaksiannya menyebutkan bahwa saat kejadian itu terjadi, dirinya tengah melakukan tes PCR di luar.
’’Ada kemungkinan bahwa yang bersangkutan (Sambo, Red) ada di rumah. Ada sejumlah petunjuk untuk itu, namun masih ditelusuri,’’ tandasnya.

Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo yang dihubungi Tribunmataraman.com, mengungkapkan tim yang dibentuk masih bekerja di lapangan.
"Tim masih bekerja di lapangan. Hasilnya nanti akan dievaluasi," tuturnya.
Ketika disinggung, lokasi kejadian (TKP) rusak dan decoder yang sudah diganti?
"Itu adalah bagian yang dicari oleh tim. Tim yang diketuai Pak Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto masih terus bekerja," tutur mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya.
Ketika kejadian berlangsung Irjen Pol Ferdy Sambo apa ada di lokasi atau di luar.
"Yang sudah disampaikan oleh Kapolres Jakarta Selatan kan beliaunya sedang PCR," terangnya.
Apakah waktu Irjen Ferdy Sambo PCR bisa dikuatkan dengan hasilnya yang dikeluarkan dari Lab mana atau Rumah Sakit mana?
"Semuanya masih didalami oleh tim, dan terus dilakukan pendalaman," paparnya.