Kamis, 28 Mei 2026

Penyakit Mulut dan Kuku

Pasar Hewan Tulungagung Tidak Terpengaruh Isu PMK, Harga Sapi dan Kambing Masih Stabil

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung melakukan inspeksi ke Pasar Hewan Terpadu di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MEMERIKSA KESEHATAN - Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) memeriksa kesehatan seekor sapi betina yang dijual di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026). Pemeriksaan secara acak ini bagian pemantauan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di pasar hewan.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Tulungagung melakukan inspeksi ke Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol, Rabu (4/2/2026).

Inspeksi ini untuk memastikan aktivitas pasar hewan saat marak kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah sekitar.

Petugas Kesehatan Hewan secara acak memeriksa kondisi kesehatan kambing dan sapi yang dijual.

Pemeriksaan suhu maupun kondisi mulut tidak ditemukan sapi dan kambing yang terindikasi kena PMK.

Namun ada seekor sapi perah yang nafasnya tersengal-sengal dan mulutnya mengeluarkan liur.

Dari pemeriksaan, sapi yang biasa di daerah dingin ini kepanasan, tidak tahan dengan suhu PHT Tulungagung.

“Semua hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan sapi atau kambing dalam kondisi sakit,” jelas Kepala Disnak Keswan Tulungagung, Agus Suswantoro.

Harga jual sapi masih normal di harga Rp 20 juta hingga Rp 30 juta tergantung ukuran.

Demikian juga kambing juga masih normal, Rp 3,4 juta untuk ukuran besar, dan Rp 3,2 juta untuk yang lebih kecil.

Harga jual sapi dan kambing akan turun tajam jika terjadi wabah PMK dalam skala luas.

“Harga jual masih normal, artinya tidak terpengaruh dengan isu PMK yang sedang merebak,” tambah Agus.

Untuk mencegah merebaknya PMK, Disnak Keswan Tulungagung telah melakukan vaksinasi 5.000 dosis sisa tahun 2025.

Saat ini Disnak Keswan mendapat bantuan vaksin PMK tahap pertama dari Pemprov Jatim sebanyak 17.000 dosis.

Baca juga: RS BHC Run 2026 Siap Digelar, Gabungkan Wisata Olahraga Budaya Promosi Kesehatan dan UMKM Sumenep

Seluruh vaksin diperkirakan akan tuntas diberikan pada hewan ternak di pertengahan Maret 2026.

Disnak Keswan Tulungagung telah menemukan 59 kasus PMK pada sapi yang menyebar di 12 kecamatan dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved