Kamis, 28 Mei 2026

Penyakit Mulut dan Kuku

PMK Mulai Serang Sapi di Trenggalek, Vaksinasi Kembali Digencarkan

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai merebak di Kabupaten Trenggalek sehingga Dinas terkait lakukan Langkah penanganan

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Chandra
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani, Memberikan Vaksin PMK pada Hewan Ternak di Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Senin (20/1/2025). Vaksinasi di Trenggalek mulai digencarkan di awal tahun 2026 seiring kembali merebaknya PMK  

Ringkasan Berita:
  • Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai merebak di Kabupaten Trenggalek.
  • Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek mencatat, kasus PMK telah menyerang sapi milik peternak di sejumlah kecamatan sejak akhir tahun 2025

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai merebak di Kabupaten Trenggalek.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek mencatat, kasus PMK telah menyerang sapi milik peternak di sejumlah kecamatan sejak akhir tahun 2025.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengatakan kasus PMK pertama kali muncul pada Desember 2025 di Desa Siki, Kecamatan Dongko.

"Bulan Desember sudah mulai ada beberapa kasus yang muncul. Di Desa Siki tercatat ada tujuh kasus, yakni tujuh ekor sapi milik lima peternak yang terserang PMK," kata Ririn, Rabu (21/1/2026).

Dari tujuh ekor sapi tersebut, satu di antaranya merupakan sapi anakan atau pedhet yang akhirnya mati akibat penyakit tersebut.

Memasuki Januari 2026, penyebaran PMK kembali meluas. Tercatat ada 22 kasus baru yang seluruhnya menyerang sapi potong di beberapa wilayah.

"Untuk Januari, satu kasus kembali muncul di Desa Siki dan saat ini sudah sembuh. Kemudian di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, ada 11 ekor sapi yang masih dalam proses penyembuhan. Sementara di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, terdapat 10 ekor sapi yang juga masih dalam proses penyembuhan," jelasnya.

Baca juga: Satgas Percepatan MBG Tulungagung Survei Epidemiologi Korban Keracunan Massal SMKN 3 Boyolangu

Ririn meyakini penularan PMK berasal dari lalu lintas dan aktivitas jual beli ternak, terutama kambing yang gejala PMK-nya relatif lebih ringan dibandingkan sapi sehingga kerap tidak terdeteksi.

"Setelah dibeli, ternak ditempatkan dalam satu kandang atau berdekatan dengan ternak lain termasuk sapi, kemudian menular," ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek kembali melakukan vaksinasi PMK.

Saat ini, dinas masih memiliki sisa stok vaksin tahun anggaran 2025 untuk sekitar 600 ekor sapi.

"Sebenarnya vaksinasi sebelumnya sudah cukup merata, tetapi aktivitas jual beli antar daerah terus terjadi. Vaksinasi terakhir di Trenggalek dilakukan pada Juli 2025, jadi memang sudah waktunya dilakukan vaksinasi ulang," tegas Ririn.

Ia juga memastikan ketersediaan vaksin PMK relatif aman, mengingat pemerintah pusat akan menyalurkan vaksin PMK ke Jawa Timur sebanyak 1 juta 510 ribu dosis.

Meski demikian, Ririn mengimbau pedagang dan peternak agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli ternak. 

Ia mengakui pedagang sebenarnya sudah berupaya menghindari ternak yang sakit, namun gejala PMK terkadang baru muncul beberapa hari setelah transaksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved