Senin, 27 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Ada Burung Dari Rusia dan China Bermigrasi di Tulungagung, Berikut 7 Jenis Pendatang

Ternyata banyak burung migrasi dari belahan bumi utara, seperti Rusia dan China yang mampir di wilayah Kabupaten Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Istimewa
MENGAMATI BURUNG - Seorang peserta pengamatan burung Bird Walk tengah mengamati jenis burung migrasi dengan teropong di persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Selasa (13/1/2026). Ada 7 jenis burung dari belahan bumi utara yang mampir di Tulungagung selama musim dingin.  

Ringkasan Berita:Ternyata banyak burung migrasi dari belahan bumi utara, seperti Rusia dan China yang mampir di wilayah Kabupaten Tulungagung.
 
Hal ini terungkap saat kegiatan pengamatan burung yang diberi nama Tulungagung Bird Walk, BKSDA Wilayah I Kediri bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Ternyata banyak burung migrasi dari belahan bumi utara, seperti Rusia dan China yang mampir di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Hal ini terungkap saat kegiatan pengamatan burung yang diberi nama Tulungagung Bird Walk, BKSDA Wilayah I Kediri bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (13/1/2026).

Lokasi pengamatan di kawasan persawahan Desa Bungur, Kecamatan karangrejo, Kabupaten Tulungagung.

Para peserta mengamati ciri-ciri burung serta perilakunya menggunakan teropong.

“Pengamatan burung ini untuk memperkenalkan jenis-jenis burung yang ada di Tulungagung. Kali ini burung migrasi karena saat ini masih musim migrasi,”jelas

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri, BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra.

Menurutnya, kegiatan ini ingin berbagi bagaimana asiknya mengamati perilaku burung di alam supaya tersentuh ikut menjaganya.

Dalam pengamatan ini ada 3 jenis burung migrasi yang diawasi, yaitu trinil pantai (Actitis hypoleuscos), trinil semak (Tringa glareola) dan kicuit kerbau (Motacilla flava).

Burung ini bermigrasi dari Rusia dan China karena sedang musim dingin, mencari makan di daerah tropis seperti Indonesia sampai Australia.

“Mereka datang mulai sekitar Bulan September. Nanti sekitar Maret akan balik ke daerah asalnya untuk berkembang biak,” sambung Ahmad David.

Baca juga: Satpol PP Kediri Tertibkan Pengamen hingga Badut Jalanan Saat Patroli di Ngadiluwih dan Kras

Dari pengamatan selama 3 tahun, setidaknya ada 7 jenis burung migrasi yang masuk ke Tulungagung.

Selain 3 jenis sebelumnya, 4 jenis burung lainnya adalah  cerek kernyut (Pluvialis fulva), cerek kalung kecil (Charadrius dubius), terik asia (Glareola maldivarum) dan burung layang-layang asia (Hirundo rustica).

Untuk burung terik asia, jumlahnya sangat besar hingga dalam 1 petak sawah ditemukan 5.000 ekor.

“Jika selama 3 tahun berturut-turut jumlahnya besar, bisa diusulkan jalur terbang migrasi terik asia di Tulungagung,” tegasnya.

Migrasi burung dari belahan bumi lain ini cenderung tetap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved