Senin, 27 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Serangan Terbuka Wakil Bupati Tulungagung Pada Bupati, Merasa Tidak Pernah Dilibatkan

Masyarakat dibuat heboh dengan pernyataan Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang dinilai menyerang Bupati Tulungagung Gatut Sunu

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Prokopim Pemkab Tulungagung
POTONGAN TUMPENG - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (kiri) memegang potongan tumpeng dengan Wakil Bupati, Ahmad Baharudin (kanan) pada upacara adat Bersih Nagari, Selasa (18/11/2025) lalu. Kini Ahmad Baharudin mengeluarkan serangan terbuka ke Gatut Sunu Wibowo, karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Tulungagung dibuat heboh dengan pernyataan Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang dinilai menyerang Bupati Tulungagung Gatut Sunu.
  • Dalam video wawancara yang dibuatnya, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan, seperti memberi pertimbangan pengisian jabatan.
  • Baharudin juga menyinggung dugaan nepotisme dalam penempatan personel, khususnya RSUD dr Iskak

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Masyarakat Tulungagung dibuat heboh dengan pernyataan Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang dinilai menyerang Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.

Dalam video wawancara yang dibuatnya, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan, seperti memberi pertimbangan pengisian jabatan.

Baharudin juga menyinggung dugaan nepotisme dalam penempatan personel, khususnya RSUD dr Iskak.

Juga sikap bupati yang disebut arogan, semua disuruh untuk mengikuti apa yang diputuskan tanpa diskusi.

Video itu menyebar luas melalui media sosial, dan menimbulkan pergunjingan di tengah masyarakat.

Video itu memberi kesan ke masyarakat, hubungan bupati dan wakil bupati kurang harmonis.

“Tidak ada masalah personel antara Ahmad Baharudin dan Gatut Sunu,” ujar Baharudin saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Lanjutnya, dari sisi pemerintahan memang ada masalah pada pola komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati.

Ketua DPC Gerindra Tulungagung ini menyebut, bupati memberlakukan  satu pintu dan tidak membagi kewenangan.

Baca juga: Tinjau Ubalan, Bupati Kediri Mas Dhito Rencanakan Perbaikan Empat Destinasi Wisata

Padahal seharusnya ada ruang diskusi antara bupati dan wakil bupati sebelum membuat keputusan.

“Kebijakan memang mutlak di tangan bupati, tapi untuk memutuskan kan butuh diskusi. Dalam diskusi biar bisa memasukkan program usulan yang masuk lewat Wabup,” katanya.

Menurutnya, selama ini banyak usulan masyarakat yang masuk lewat wabup karena tidak bisa bertemu langsung dengan bupati.

Jika wabup tidak punya akses ke perencanaan, maka tidak bisa mengakomodasi keluhan masyarakat.

“Saya tidak minta kewenangan, tidak minta ikut menata jabatan, saya hanya ingin bisa memberi masukan,” tegasnya.

Serangan terbuka Ahmad Baharudin ini adalah yang kedua disampaikan ke publik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved