Selasa, 2 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Digembleng 12 Hari, Kalaksa BPBD Trenggalek akan Langsung Aplikasikan ke Program Taktis Lapangan

Digembleng 12 Hari, Kalaksa BPBD Trenggalek akan Langsung Aplikasikan ke Program Taktis Lapangan

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
DIGEMBLENG 14 HARI - Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono memberikan pengalaman telah menjalani Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB, Sentul, Bogor, Jawa Barat 

Kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut adalah percepatan penanganan melalui kolaborasi aktif di semua sektor.

Terkait prediksi durasi musim kemarau, pihaknya menegaskan tetap berpatokan penuh pada data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Baca juga: Komarudin Sebentar Lagi Jadi PAW Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Pengawasan

Langkah mitigasi dini dan pengecekan infrastruktur vital penampung air menjadi prioritas utama saat ini di Kabupaten Trenggalek.

"Kami tentunya mengikuti perkiraan BMKG, tentunya kesiapsiagaan dan kewaspadaan berkaitan dengan bagaimana penanganan termasuk pengecekan SDA (sumber daya alam), termasuk infrastruktur seperti embung dan sebagainya," jelasnya.

Tantangan bencana yang dihadapi daerah ke depan diakui semakin kompleks akibat faktor perubahan iklim global, laju urbanisasi, serta dinamika sosial yang dinamis.

Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya adaptif, tetapi juga responsif dalam situasi krisis.

Oleh karena itu, melalui program SDMT 2026 ini, jajaran pimpinan BPBD diharapkan mampu menjadi motor penggerak ketangguhan daerah.

Selama pelaksanaan pelatihan, seluruh peserta menerima ragam materi strategis. Mulai dari manajemen risiko bencana, kepemimpinan dalam situasi krisis, koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Persik Kediri Bidik Kemenangan di Kandang Persebaya saat Laga Derby Jatim

"Termasuk data kebencanaan modern, hingga best practice penanganan darurat serta pemulihan pascabencana," ulasnya.

Tak hanya mendengarkan paparan di ruang kelas, para Kalaksa juga aktif dalam sesi diskusi kelompok, simulasi taktis, serta ajang pertukaran pengalaman empiris antar-daerah di Indonesia.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved