Minggu, 24 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Digembleng 12 Hari, Kalaksa BPBD Trenggalek akan Langsung Aplikasikan ke Program Taktis Lapangan

Digembleng 12 Hari, Kalaksa BPBD Trenggalek akan Langsung Aplikasikan ke Program Taktis Lapangan

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
DIGEMBLENG 14 HARI - Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono memberikan pengalaman telah menjalani Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB, Sentul, Bogor, Jawa Barat 

Begini Kesan Kalaksa BPBD Trenggalek Digembleng 12 Hari Ikuti SDMT BNPB se-Indonesia

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono telah menjalani Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026.

Selama 12 hari, digembleng guna para pemimpin penanggulangan bencana yang memiliki perspektif inovatif, kolaboratif, berorientasi pada pengurangan risiko bencana

Kegiatan berskala nasional yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut diselenggarakan sejak tanggal 4 Mei 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan diklat yang diikutinya ini bersifat sangat penting dan krusial bagi para pengambil kebijakan di daerah. 

Baca juga: Jawa Timur Jadi Kunci Swasembada Gula Nasional, Khofifah Genjot Bongkar Ratoon Tebu di Kediri

Ia menjelaskan, pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai seluruh tahapan manajemen bencana, mulai dari fase pra-bencana, saat terjadi darurat bencana, hingga fase pasca-bencana.

"Bagaimana mereka harus mengendalikan posko tanggap darurat. Kemudian ketika kondisi darurat bahkan sampai tanggap pemulihan berkaitan dengan penanganan bencana," ujar Triadi Atmono saat memberikan keterangan kepada TribunMataraman.com, Sabtu (23/5/2026).

Triadi memaparkan, materi yang diberikan oleh pihak penyelenggara sangat relevan dengan tantangan terkini di daerah, termasuk penyesuaian regulasi kelembagaan yang baru.

Dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya pembaruan materi yang menyangkut kesiapsiagaan personel di lapangan.

"Atensinya yang jelas kami sangat terbantu banyak materi-materi terbarukan dengan adanya Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 18 Tahun 2025 kelembagaan BPBD," akuinya.

Melalui peraturan tersebut menjadi lebih mengetahui bagaimana penyiapan. Pun kesiapan rekan-rekan dalam penanganan berkaitan dengan kebencanaan.

Menindaklanjuti hasil gemblengan selama hampir dua pekan tersebut, Triadi menegaskan BPBD Trenggalek akan langsung menyikapi dan mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam berbagai program taktis di lapangan. 

Sejumlah agenda kesiapsiagaan yang telah berjalan akan terus dimatangkan dan dievaluasi secara berkala.

"Yang jelas rencana tindak lanjut kami sikapi berbagai kegiatan yang sudah kami laksanakan seperti gladi posko kemarin. Ya, seperti tadi pagi percepatan penanganan kebencanaan seperti tanah longsor di kilometer 16," tambahnya.

Ketika disinggung mengenai potensi ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda pada tahun ini, Triadi menjelaskan dalam diklat, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai 12 jenis indikator kebencanaan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved