Selasa, 2 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Pemkab Trenggalek Beri Modal 10 Miliar ke BPR Jwalita, Jadi BUMD Pendapatan Tertinggi 

Pemkab Trenggalek Berikan Modal 10 Miliar ke BPR Jwalita: Masih Jadi BUMD Pendapatan Tertinggi 

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
PROGRES BUMD - BPR Jwalita yang merupakan BUMD milik Pemkab Trenggalek menunjukkan progres yang memuaskan. Wabup Syah Muhammad Natanegara memberikan misi agar semakin baik dengan tambahan modal 10 miliar.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Badan Usaha Milik Daerah (Bank Perekonomian Rakyat) Jwalita milik Pemkab Trenggalek ini masih menorehkan pendapatan besar. Sehingga mendapatkan suntikan penyertaan modal sebanyak 10 miliar.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara menjelaskan penyertaan modal BUMN nanti tahun akan dilaksanakan secara bertahap. Yaitu dimulai pada tahun depan di 2027 sudah memulai digelontorkan.

"Secara bertahap selama 2 tahun, tahun depan 5 miliar, tahun depan lagi 5 miliar. Sehingga total 10 miliar," ujar Syah Muhammad Natanegara beberapa waktu lalu.

Ia mengakui pendapatan BUMD ini sendiri tertinggi bila dibandingkan dengan lainnya. Dalam setahun, sesuai catatan yang ia terima bisa menyentuh angka 1 miliar lebih.

Baca juga: Korsleting Listrik di Ruang Apoteker Sebabkan Kebakaran Puskesmas Tiron Kediri, Kerugian Rp 1 Miliar

"Kalau tidak salah sekitar 1,5 miliar," paparnya singkat.

Syah sendiri tidak menampik untuk BUMD lainnya seperti PT Jwalita Energi, Perumda Air Minum Tirta Wening (PDAM) hingga Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) masih belum maksimal seperti BPR Jwalita.

"Kalau BUMD yang lain masih perlu treatment khususlah," akuinya.

Politikus PKB ini mengaku melalui tambahan modal ini, beliau meminta harus ada misi tambahan dari BUMD. Supaya mencatatkan perkembangan yang lebih baik.

Tidak lain ikut mendongkrak adanya penambahan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Iya, harusnya seperti itu. Jadi percuma kita taruh modal kalau apa secara PAD-nya tidak bertambah," tutupnya.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menerangkan melalui rapat paripurna beberapa waktu lalu selain menyepakati perubahan nama Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Prekonomian Rakyat, juga ada penyertaan modal.

"Kita akan menyertakan modal yang disepakati oleh teman-teman pansus dan teman-teman DPRD itu sebesar 10 miliar," jelas Doding Rahmadi.

Legislatif menaruh harapan besar bahwa BPR Jwalita memiliki progres yang sangat bagus dan sangat memuaskan. Sehingga kedepan bisa lebih baik lagi.

Baca juga: Deni Wicaksono Ingatkan Kader Hadapi Pertarungan Politik Digital 2029

"Kita berharap ke depan itu dengan kita ganti brand itu semakin maksimal kinerjanya. Dengan kita kasih tambahan modal itu juga semakin besar cakupannya. Kan begitu," ujarnya.

Jadi kemarin setor-nya ke PAD itu sekitar Rp 1 miliar. 

Mudah-mudahan ke untuk tahun berikutnya karena kita tambahin modal bisa laba banyak bisa lebih.

"Menjadi salah satu penyumbang dan PAD terbesar ya dari sini. Ya, dari BUMD ya karena memang BPR Jwalita yang besar," tandasnya. 

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved