Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek
Minim SDM, RPH Ngadirenggo Trenggalek Hanya Potong Satu sampai Dua Ekor Sapi per Hari
Minim SDM, RPH Ngadirenggo Trenggalek Hanya Potong Satu-Dua Ekor Sapi per Hari
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek hanya memiliki satu pemotongan hewan (RPH) di Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan. RPH Ngadirenggo ini setiap harinya, hanya 1 sampai 2 ekor sapi yang disembelih.
Banyak pekerjaan rumah yang harus disempurnakan untuk RPH Ngadirenggo ini agar lebih bagus pelayanannya.
Juru Periksa Daging (Keur Master) RPH Ngadirenggo, Suyitno mengatakan hari normal di luar musim kurban, sapi yang disembelih murni berasal dari para jagal lokal, tersebar di wilayah Kabupaten Trenggalek.
"Jumlahnya pun tergolong minim, yakni hanya berkisar satu sampai dua ekor sapi rutin setiap harinya," terang Suyitno kepada TribunMataraman.com, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Tradisi Manten Tebu Awali Musim Giling di PG Rejoso Blitar, Targetkan Serap 1,55 Juta Ton Tebu
Selain masalah sepinya aktivitas, RPH Ngadirenggo saat ini dihadapkan pada persoalan serius terkait keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
Suyitno menegaskan pembenahan aspek SDM jauh lebih mendesak dibandingkan pemenuhan fasilitas alat penunjang.
Tata kelola personel harus disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang ada di lapangan.
Kondisi ini kian mendesak, mengingat RPH Ngadirenggo tidak lama lagi akan ada kekosongan tenaga ahli akibat faktor purna tugas pegawai.
"Kami sangat membutuhkan adanya diklat atau pelatihan untuk regenerasi pekerja. Masa pensiun saya tinggal dua tahun lagi, itu sudah batas maksimal. Harus ada penerus yang siap menggantikan," tuturnya.
Pria yang awal penempatan di wilayah Timur Indonesia ini membeberkan sejumlah alat operasional yang mendesak untuk segera diadakan oleh dinas terkait guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja RPH.
Beberapa alat utama yang dibutuhkan antara lain, Timbangan Sapi Hidup. Yaitu untuk mengukur bobot riil sapi sebelum disembelih.
"Lalu, Timbangan Elektrik untuk akurasi penghitungan berat karkas atau daging bertulang," paparnya.
Dikatakannya, alat lain yang dibutuhkan adalah alat Potong Tulang dan Gergaji Karkas. Dimana alat itu untuk membelah bagian karkas secara cepat dan higienis.
Pak Yit, sapaan akrabnya ini mengaku disamping peralatan potong dasar, juga menyoroti pentingnya pengadaan sistem hidrolik modern yang berfungsi untuk menggulingkan sapi berukuran besar.
Alat modern ini dinilai krusial untuk mengantisipasi masuknya sapi-sapi dengan tonase besar di masa mendatang.
| Kemenko PMK saat di Trenggalek Sebut Capaian CKG Hari Ini Sentuh Angka 40 Juta Jiwa |
|
|---|
| Pengalihan Jalan Nasional Trenggalek - Tulungagung, Disperkimhub Imbau Persiapkan Waktu-Lokasi |
|
|---|
| Cek Kesehatan Gratis Terus Dimasifkan, Sasar 700 Santri Pondok Pesantren Ar Ridwan Trenggalek |
|
|---|
| Geger Jenazah Perempuan Terdampar di Pantai Sine Tulungagung |
|
|---|
| Panen Padi Organik Varietas Unggul, Kapolres Trenggalek Mendorong Ekonomi Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Aktivitas-RPH-Ngadirenggo-Trenggalek-Sabtu-3052026.jpg)