Minggu, 31 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Sekjen Gernas Ayo Mondok Gus Hans Buka Hotline 24 Jam Aduan Santri

Sekjen Gernas Ayo Mondok Gus Hans Buka Hotline 24 Jam Aduan Santri di Kabupaten Trenggalek

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
SEKJEN GERNAS - Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, Gus Zahrul Azhar Asad atau Gus Hans saat di Trenggalek, Jumat (29/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Fenomena kekerasan seksual di lembaga pendidikan islam akhir-akhir terjadi di beberapa daerah.

Hal itu membuat keprihatinan bagi Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, Gus Zahrul Azhar Asad atau Gus Hans.

Dalam Forum Muhalaqah (Muhasabah dan Halaqah) di Pondok Pesantren Ar Ridwan Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

"Maka kita bikin saluran untuk membuat hotline 24 jam buat para santri jika ada problem atau masalah yang mencurigakan bisa komunikasi melalui hotline ini," ujar Gus Hans kepada TribunMataraman.com, Jum'at (29/5/2026) petang.

Baca juga: Manten Kopi, Tradisi Pembuka Panen yang Terus Dijaga di Perkebunan Kawisari Blitar

Beliau selalu mewanti-wanti kepada seluruh keluarga besar kiai, karena kebanyakan pengurus Gernas Ayo Mondok dan juga koneksi beliau adalah para putra-putri pengasuh. 

Gus Hans sendiri tidak menutup mata tentang segala kejadian yang ada di pondok pesantren. Akan tetapi, pihaknya tidak merespon dengan reaktif, dan tidak menolak dengan seperti itu.

"Langkah kita adalah langsung konstruktif dan produktif yaitu dengan cara memberikan akses komunikasi langsung dari santri kepada Gernas Ayo Mondok," bebernya.

Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang ini menambahkan problem-problem di antaranya yang ada sekarang ini adalah, karena faktor relasi kuasa antara oknum yang dianggap menjadi orang yang dimuliakan kepada orang atau santri yang selama ini menganggap bahwa dia adalah subordinatnya. 

"Nah, seketika subordinat tidak berani bicara kepada yang yang dianggap terhormat, maka inilah menjadi problem," paparnya.

Alumnus Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM ini membenarkan beberapa kasus yang kemarin terjadi, seperti contoh di Pati, Jawa Tengah bukanlah seorang kiai.

Pihaknya melakukan cross cek, ternyata memiliki basic dukun. Karena berhasil, akhirnya mendirikan sebuah pesantren dan sebagainya.

"Maka sekali lagi pilihlah pesantren yang sanat keilmuan dari kiainya jelas dengan terah yang jelas," pesannya.

Kembali lagi, ia menggarisbawahi walaupun sama sekali tidak menjamin karena tidak ada yang bisa menjamin, tapi itu adalah ikhtiar Gernas Ayo Mondok untuk kita mendapatkan ilmu yang manfaat karena bersambung sampai ke Nabi Muhammad SAW.

Disinggung selain hotline 24 jam, ia mengaku akan terus memberikan edukasi dan juga memberikan dan awareness (keawasan atau kesadaran) kepada para dzuriah.

Gus Hans tidak menampik bahwa santri sudah semakin berdekatan berdekatan dengan dunia digital dan dunia media sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved