Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Pemuda Trenggalek Bangun Usaha dari Desa, Berdayakan Anak Muda lewat Digital Printing 

Pemuda Trenggalek Ini Bangun Usaha dari Desa Berdayakan Anak Muda lewat Digital Printing 

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
GIGIH - Perintis usaha digital printing, Munawir Muslih bisa memberdayakan 3 pemuda sekitar Desa Kerjo, Kecamatan Karangan Trenggalek,  Jum'at (1/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Semilir angin terasa dingin. Halaman rumah orang tua pemuda yang berhadapan dengan sawah kini disulap menjadi lokasi kantor bisnis. Serta memajang hasil usahanya.

Hidup di desa tak membuat pemuda lulusan Magister Filsafat Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung ini minder. Adalah Munawir Muslih (22) yang hidup di desa mengembangkan usaha dan memberdayakan 3 pemuda sekitar untuk berkarya digital printing.

Awalnya mengontrak, saat ini bisa membuat sepetak bangunan untuk kantor bisnis sendiri. Tepatnya di RT 10 RW 02 Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Awal mula Munawir mencoba bisnis lantaran terbentur biaya. Kala Munawir menyelesaikan Strata Satu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus yang sama.

Baca juga: Jual Beli Kamar Sultan di Lapas Blitar, Kriminolog Desak Kementerian dan DirjenPAS Audit Berkala

Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara, Munawir memilih untuk menjadi reseller lanyard atau tali yang dikalungkan di leher sebagai tanda pengenal.

Tahun 2022 itulah cikal bakal jiwa pebisnisnya dibentuk. Sembari menyelesaikan kuliah semester akhir, mulai sibuk memikirkan bisnis.

"Usaha ini berawal dari terbentur biaya kampus, masih semester 6. Karena saat itu ya apa ya uang saku kuliah itu memang tipis jadi saya mencoba terobosan-terobosan baru agar mendapatkan pundi-pundi rupiah," ujar Munawir Muslih ditemui di kediamannya, Jum'at (1/5/2026).

Pemuda yang saat ini berusia 25 tahun ini mengisahkan saat itu harus membagi waktu antara kuliah dan usaha yang ia rintis.

Dengan manajemen waktu, dibantu teman-teman yang ikut mensupport, hingga sampai sekarang usahanya berjalan dan bisa survive.

Pemuda yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Al Kamal Kunir Blitar dan Ponpes Mbah Dul Tulungagung ini mengaku banyak suka suka dalam menjalani bisnis.

Salah satunya menurut Munawir terletak pada pemasaran. Sebagai pemain baru di bidang digital printing, kesulitan untuk mengenalkan kepada customer.

"Kita belum dikenal otomatis kita harus cari-cari dulu. Siapa yang mau beli produk kita, supaya produk kita itu laris supaya supaya dibeli oleh orang itu kesulitannya," bebernya.

Untuk sukanya, ia bisa memberdayakan pemuda yang ada di sekitar desa. Yang dulu awalnya kerja harian, ia bersyukur sekarang bisa menggaji secara bulanan.

Produk yang bisa dilayani Munawir mulai dari souvenir kit, book note, buku Yasin tahlil. Bolpoin custom, sablon kaos, tote bag, souvenir, piala, akrilik, hingga gantungan kunci.

"Misal di souvenir pernikahan juga bisa, souvenir atau seminar-seminar. Lalu baju PDH, gantungan kunci. Kita juga ada apa ya print buku dan lain-lain," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved