Rabu, 15 April 2026

Opini

Tayangan Xpose Uncensored Fitnah, Said Abdullah Dukung Pesantren Tempuh Jalur Hukum

Tayangan Xpose Uncensored Fitnah, Said Abdullah Dukung Pesantren Tempuh Jalur Hukum

Editor: Rendy Nicko
Dok Pribadi Said Abdullah
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Beri Masukan Antisipasi Dampak Rupiah Loyo 

TRIBUNMATARAMAN.COM, JAKARTA – Jauh sebelum kita mengenal sekolah modern seperti saat ini, sejak dahulu pesantren menjadi tumpuan umat menggali ilmu kepada para kiai, para ulama. Ada banyak ilmu yang diajarkan oleh kiai di pesantren, tidak hanya pendidikan agama, tetapi juga tentang pertanian, tentang alam, bahkan ilmu bela diri.

Para kiai tidak membeda-bedakan asal usul santri, walaupun sebagian santri berasal dari keluarga tidak mampu. Selama mondok, para santri tidak mampu itu seluruh hidupnya ditanggung kiai. Sementara bagi wali santri yang mampu biasanya memberikan sumbangan yang tidak dipatok khusus, sesuai keikhlasannya, dan oleh kiai dikembalikan lagi untuk membiayai pendidikan di pesantrennya.

Relasi kiai, santri dan orang tua santri lebih dari sekedar relasi hubungan pendidik dan yang di didik, atau sekadar relasi ekonomi seperti kebanyakan di sekolah sekolah umum, namun relasinya telah menjelma menjadi kekerabatan berskala besar. Karena itulah para kiai memiliki pengaruh dan ketokohan, sebab perannya yang begitu besar dalam membimbing umat.

Sedihnya, keswadayaan para kiai membangun pesantren, bahkan tanpa bantuan pemerintah sekalipun, beliau beliau tetap teguh mengembangkan pendidikan, mendidik akhlaq umat, namun kita menyaksikan dengan mudahnya para kiai dan pesantren di sudutkan, dilecehkan oleh tayangan di televisi nasional yang tidak mendidik. 

Sebuah tayangan yang menyudutkan kiai seolah olah pengemis, pesantren seolah olah memperkerjakan santrinya, suatu insinuasi yang sangat negatif, berkebalikan dengan fakta sesungguhnya. 

Untuk itu, Said Abdullah yang merasa sebagai bagian dari kalangan yang dibesarkan di pesantren perlu menyampaikan beberapa hal :

1. Mendukung langkah PBNU untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak pihak yang melakukan pelecehan dan tayangan yang menimbulkan fitnah kepada kiai dan pesantren.

2. Meminta kepada Komisi Penyiaran (KPI) untuk lebih antisipatif terhadap munculnya tayangan yang berkonten SARA, tayangan fitnah, dan inisnuasi negatif antar kelompok. Serta melakukan penegakkan hukum sesuai ketentuan yang ada di Undang Undang Penyiaran.

3. Meminta semua pihak untuk tidak semakin memviralkan tayangan yang melecehkan kiai dan pesantren tersebut melalui media sosial sebab akan semakin memperluas distribusi tayangan negatif tersebut.

4. Mendukung para pengurus pesantren dan santri untuk melakukan penyampaian aspirasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam tayangan Xpose Uncensored di Trans 7 tersebut dengan cara cara dami, dan kita tunjukkan akhlaqul karimah hasil didikan pesantren.

5. Meminta kepada seluruh pengelola media, khususnya stasiun televisi untuk lebih mengedepankan tayangan yang berkonten pendidikan ketimbang sekedar tontotan dan rating, tetapi tidak mendidik, bahkan berpotensi memecah belah, berbau SARA, dan menimbulkan fitnah. (*)

Said Abdullah

Santri dari Sumenep,

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved