Jumat, 10 April 2026

Opini

Presiden Prabowo Harus Terapkan KPI, Said Abdullah : Hindari Menteri Kecewa Terkena Reshuffle

Presiden Prabowo Harus Terapkan KPI, Said Abdullah : Hindari Menteri Kecewa Terkena Reshuffle

Editor: Rendy Nicko
Dok PDIP Jatim
BERI PETUAH - Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim MH Said Abdullah memberi sambutan secara virtual saat Pendidikan dan Pelatihan Kader Penggerak Koperasi yang digelar untuk pengurus dan kader partai dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XIV di Hotel Myze, Sumenep, Senin (30/6/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM – Presiden memiliki hak prerogatif untuk melakukan evaluasi atas kinerja para menteri. Sebab para menteri dipilih dan diangkat oleh Presiden. Para menteri adalah pembantu Pak Presiden.

Dengan demikian pergantian atau tidaknya menteri semata mata kepentingan strategis Presiden. Namun demikian, Presiden memiliki beberapa organisasi teknis yang bisa membantu Presiden untuk melihat kinerja menteri. 

Presiden memiliki Kantor Staf Presiden, memiliki Sekretariat Kabinet, bahkan beberapa staf khusus sesuai bidangnya masing masing. Organisasi teknis itu sebenarnya bisa menyusun Key Perfomance Indikator (KPI) untuk menilai seorang menteri perfomance kinerjanya atau tidak.

Dengan demikian ukurannya jelas, ada target-target, dukungan organisasi, anggaran, dan timeline-nya. Semisal KPI bisa disepakati akan disampaikan enam bulan sekali untuk mengukur progres kerja menteri. Jadi ukuran evaluasinya jelas, tidak subyektif, sehingga yang mengevaluasi dan yang di evaluasi sama-sama memiliki pegangan yang jelas.

Jadi kalau ada menteri terevaluasi karena kinerjanya, maka sang menteri tidak akan merasa di evaluasi secara sepihak. Dengan dasar demikian saya kira tidak akan ada menteri merasa kecewa jika kena reshuffle karena kinerjanya yang tidak baik. Sebaliknya, Pak Presiden juga bisa mendapatkan ukuran-ukuran yang kongkrit atas kinerja anak buahnya.

Model evaluasi demikian juga akan menghindarkan Pak Presiden mendapati anak buah yang membangun kinerja kamuflatif.

Apa kinerja kamuflatif itu, yakni kinerja yang seolah-olah populer dimata rakyat karena lebih sering muncul hebohnya, tetapi tindakan atau kebijakannya tidak berdampak pada perubahan struktural sebagaimana yang dijanjikan Pak Presiden dalam Asta Cita-nya. (*)

Ketua Banggar DPR RI

Said Abdullah

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved