Jumat, 15 Mei 2026

Fenomena SPBU Swasta Kosong

Pasokan BBM Terbatas, SPBU Swasta di Surabaya Siapkan Aneka Terobosan

Pegawai di SPBU Shell Prapen Surabaya tetap berada di tempat kerjanya, meski pasokan BBM terbatas

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Toni Hermawan
BERTAHAN SAAT BBM MANDEK - Cahyo Saputra terlihat cekatan mengganti oli motor konsumen di SPBU Shell Prapen, Senin (22/9). Di saat stok BBM kosong, servis ringan jadi penyelamat aktivitas SPBU. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYA - Listio tampak cekatan ketika sebuah Toyota Innova Reborn memasuki area SPBU Shell Prapen, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/9/2025).

Karyawati Shell Prapen itu, yang awalnya menjaga lapak makanan di depan SPBU bersama rekannya, langsung lari ke arah mobil untuk menyambut pembeli bahan bakar.

Siang itu Senin (22/9/2025), suasana di salah satu SPBU swasta tersebut terbilang lengang.

Tak ada antrean panjang seperti yang biasa terlihat beberapa waktu lalu, saat isu Pertamax oplosan Pertamina sempat mencuat, beberapa waktu lalu.

Papan harga yang berdiri tegak di sisi pintu masuk hanya menampilkan ketersediaan Shell V-Power Nitro+ (Ron 98).

Dua varian lain, yakni Shell Super (Ron 92) dan Shell V-Power (Ron 95), sama sekali tak tercantum.

Peruntukan BBM Ron 98 pun terbatas, hanya bisa dipakai kendaraan tertentu seperti mobil bermesin diesel Pajero atau Innova Reborn. Kondisi itulah yang membuat SPBU tampak sepi.

Setiap kali ada kendaraan roda dua datang, karyawan langsung meneriaki dari kejauhan bahwa stok kosong.

Beberapa pengendara motor yang terlanjur masuk hanya bisa pelan-pelan memutar balik keluar.

Namun, bukan berarti area SPBU benar-benar tanpa aktivitas. Ada juga pengendara yang memilih memanfaatkan layanan ganti oli.

Baca juga: Update Penemuan Bayi di Gurah Kediri, Masih Dirawat di RS Bhayangkara

Di sisi depan, karyawan lain tetap menjaga lapak makanan ringan. Siasat kecil ini menjadi cara SPBU menarik pengunjung, meski penjualan bahan bakar sedang seret.

“Sudah satu minggu terakhir kondisinya seperti ini,” ujar Cahyo Saputra, salah seorang karyawan SPBU.

Menurutnya, gangguan pasokan memang pernah terjadi sebelumnya, tapi kali ini lebih parah.

Sedangkan, mayoritas konsumen selama ini membeli BBM dengan oktan 92 atau 95.

“Kalau kosong begini ya otomatis operasional tidak bisa jalan sepenuhnya,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved