Selasa, 2 Juni 2026

Hiburan

TWOI Angkat Legenda Indonesia Lewat Drama Musikal Berskala Nasional

The World of Indonesia (TWOI) kembali menggelar pertunjukan drama musikal berskala nasional melalui Show ke-7

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Dok Angeline Wong
TWOI CAMP - Founder sekaligus coach The Wonder of Indonesia (TWOI) Angeline Virginia Wong dan Michael. TWOI sukses menggelar drama musikal ke-7 yang di gelar di Surabaya beberapa waktu lalu sebagai penutup TWOI Camp. 
- Transpose +

TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA - The Wonder of Indonesia (TWOI) kembali menggelar pertunjukan drama musikal berskala nasional melalui Show ke-7 yang sekaligus menjadi puncak dan wisuda dari TWOI Musical Camp 2025. 

Pertunjukan yang digelar di Surabaya ini menampilkan hasil pembelajaran intensif selama lima hari empat malam yang dikemas dalam sebuah karya berjudul 'BAYANGAN: The Forgotten Legends'.

Founder TWOI, Angeline Virginia Wong, menjelaskan bahwa camp drama musikal ini dirancang sebagai pembelajaran yang terintegrasi dan berorientasi pada proses. 

Menurutnya, peserta tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga secara mental dan karakter. 

"Konsep camp drama musikal TWOI adalah pembelajaran intensif dan terintegrasi, di mana peserta belajar akting, tari, vokal, disiplin, kerja tim, hingga mental tampil di panggung profesional," katanya saat dihubungi, Senin (15/12/2025).

Angeline yang juga director dalam drama musikal tersebut menekankan bahwa seluruh peserta memulai proses dari nol hingga akhirnya tampil di atas panggung.

Hal tersebut menjadi nilai utama dari konsep camp yang diterapkan. 

"Apa yang ditampilkan di panggung benar-benar hasil nyata dari proses camp itu sendiri, bukan instan," terangnya.

Pertunjukan ini melibatkan sekitar 70 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka terdiri dari 12 aktor, 24 penari, serta 36 tim pendukung yang mencakup usher, backstage crew, lighting, artistik, hingga tim produksi. 

Keberagaman latar belakang peserta menjadikan pertunjukan ini berskala nasional.

"Peserta kami datang dari Surabaya, Bandung, Riau, Sumatra, hingga Kalimantan. TWOI memang ingin menjadi ruang pertemuan talenta-talenta muda dari berbagai daerah," ungkap Angeline. 

Baca juga: Inspiration Art of Tegowangi Tahun Ketiga, Cara Pemkab Kediri Komitmen Lestarikan Budaya

Ia menyebut keberagaman tersebut justru memperkaya dinamika latihan dan pertunjukan.

Proses latihan dilakukan secara intensif selama lima hari empat malam. Dalam waktu yang relatif singkat, para peserta dituntut untuk menyatukan kemampuan dan karakter masing-masing. 

"Tantangan terbesarnya adalah menyatukan latar belakang dan kemampuan yang sangat beragam, sambil menjaga stamina dan fokus hingga hari pertunjukan," jelas Angeline.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved